
Jelas saja ia berubah pikiran. Sekeluarnya Raygon dari ruang perpustakaan, tak sengaja ia mendengar beberapa obrolan laki-laki. Satu di antara mereka menyukai Chalinda dan berniat untuk menyatakan cintanya secepat mungkin. Raygon yang sudah lama berteman dengan Chalinda bahkan tak berani melakukan hal itu. Raygon hanya ingin menjaga hubungan persahabatannya. Tetapi, satu hal yang baru Raygon pahami. Chalinda sangat berarti dalam hidupnya. Untuk itu, ia tak ingin Chalinda berada di tangan laki-laki yang salah.
“Kenapa? Tadi lo bilang jadi preman sekolah lebih seru.” Chalinda melipat kedua tangannya di depan dada. Tak lupa ia bersandar di rak perpustakaan.
“Gue … gue … “ Raygon mengedarkan pandangannya ke segala arah. Susah sekali mengatakan yang sebenarnya pada Chalinda.
“Ini.” Raygon mengambil salah satu buku yang berada tak jauh darinya.
Chalinda mengernyitkan dahi. Tangannya mulai mengambil buku dari tangan Raygon. Perlahan Chalinda membalikkan buku tersebut untuk melihat judulnya.
Artikel yang sesuai:
“Still love you.” Chalinda membaca judul buku tersebut.
Begitulah cara Raygon menyatakan perasaannya kepada Chalinda. Mulai saat itulah status mereka berubah menjadi sepasang kekasih. Semenjak Raygon memiliki hubungan spesial dengan Chalinda, orang-orang tidak menghina Raygon lagi. Desas-desus ia berubah karena warisan, sudah tidak ia dengar lagi.
Orang-orang yang masih menjulukinya dengan preman sekolah meskipun dirinya sudah berubah, kini tak lagi ia dengar. Sebesar itu pengaruh Chalinda pada hidupnya. Raygon menyadari, menjadi seorang remaja pembangkang hanya akan merugikan dirinya. Sekarang ia tahu, faktor penting dalam perubahan dirinya adalah bagaimana orang-orang sekitar yang selalu mendukungnya.
Penulis: Ni Made Yuliantari






