Cerpen – Kenangan tentang Dirinya by Frelya Kartomi

Kenangan tentang Dirinya

Membuat diri ini berpikir. Apakah dia masih memiliki perasaan yang sama? Atau hanya aku yang masih menginginkannya? Apakah masih ada namaku di benaknya?

Jika saat itu aku tidak menyapanya, mungkinkah sakit yang kurasakan saat ini sirna? Ingin sekali ku bertanya, ‘Bisakah kita kembali ke masa saat kita saling mencintai?’

Cerpen – Kenangan tentang Dirinya by Frelya Kartomi

Bisakah seseorang memberitahuku bagaimana cara meraihmu ke pelukanku lagi? Aku ingin kembali seperti dahulu. Begitu banyak pertanyaan yang selalu kupikirkan. Begitu banyak pula kemungkinan-kemungkinan yang terus menghantuiku. Maaf aku begitu sangat bergantung kepadamu.

Kau datang saat jiwa ini benar-benar hancur. Terima kasih atas semua sikap baik yang kau berikan kepadaku. Apakah kau bisa datang kepadaku lagi?

Jika hal itu mustahil untuk terjadi tak apa, setidaknya aku masih bisa memandangi wajahmu walau dari kejauhan. Namun, bohong jika aku tak menginginkan lebih dari ini, kadang aku menginginkan setidaknya kami masih berteman.

Pada akhirnya kita asing dan aku hanya bisa memandangi wajahmu dari kejauhan. Aku sangat merindukan sosokmu yang dulu. ‘Aku mohon kembalilah kepada ku.’ Mungkin hanya itu yang bisa aku katakan kepadanya jika kami bertemu kembali.

Aku sangat mengharapkan kedatangannya. Bagiku lebih baik memperbaiki seribu kali bersamanya, daripada harus mengulang bersama orang lain. Seperti dalam istilah ‘Air laut memang ada pasang dan surut, tapi air laut tidak pernah berubah rasa.’ Namun ini bukan tentang laut.

Lambat laun aku harus menerima kenyataan bahwa kami sudah berpisah, dan dirinya tak akan pernah bisa kembali padaku lagi. Aku berharap semoga ia bisa menemukan sosok pelindung, dan tempatnya berpulang dengan nyaman, tanpa diriku. Setidaknya ia pernah membuatku merasakan bahagia walaupun tidak bertahan lama.

Selamat tinggal.

Penulis: @Frelyakartomii

WhatsApp
Facebook
Twitter
LinkedIn