Mengenal Apa itu Memoar: Definisi, Karakteristik, dan Langkah Penulisannya

Mengenal Apa itu Memoar Definisi, Karakteristik, dan Langkah Penulisannya

Sebagai individu, kita pasti pernah mengalami suatu peristiwa atau kejadian yang mengubah cara berpikir secara keseluruhan. Pengalaman yang tidak ternilai ini tidak boleh kita simpan dalam ingatan atau hanya menjadi topik pembicaraan santai. Salah satu caranya yaitu dengan menuliskannya dalam wujud memoar.

Tidak seperti autobiografi yang mengisahkan perjalanan hidup seseorang dari masa kecil hingga masa tua, sedangkan memoar menitikberatkan pada suatu pengalaman hidup yang spesifik dan emosional. Namun, kedua karya tulis ini memiliki persamaan yaitu ditulis sendiri oleh orang yang mengalaminya secara langsung.

Mengenal Apa itu Memoar: Definisi, Karakteristik, dan Langkah Penulisannya

Menceritakan kisah hidup sendiri lewat rangkaian kata memang sangat sulit dan membingungkan. Dengan membaca artikel ini, kita tidak hanya akan memahami definisi dan ciri-ciri memoar, namun juga mempelajari langkah-langkah penulisannya. Agar semakin jelas, yuk simak isi tulisan ini hingga tuntas!

Pengertian Memoar

Secara sederhana, kita dapat mendefinisikan memoar sebagai karya tulis yang menceritakan sebuah momen paling berkesan yang telah seseorang alami di dalam hidupnya. Gagasan pokok utama memoar bukan hanya menuliskan apa yang terjadi, melainkan menyampaikan bagaimana perasaan dan makna di balik pengalaman tersebut.

Pembaca memoar akan turut merasakan emosi, keraguan, perjuangan, maupun kebahagiaan penulis. Tidak jarang tulisan memoar juga mampu mengubah sudut pandang seseorang, karena penulis menuturkan kisah hidupnya dengan jujur sekaligus menyentuh hati.

Karakteristik Memoar

Setelah mengetahui pengertian memoar, selanjutnya kita mempelajari beberapa karakteristik yang membuatnya berbeda dengan karya lain:

1. Ditulis sendiri oleh pemilik pengalaman

Karakteristik pertama dari memoar yaitu ditulis sendiri oleh orang yang mengalami peristiwa atau pengalaman tersebut. Sekilas memang terlihat mirip dengan autobiografi, namun memoar mempunyai sifat yang lebih spesifik, seperti kejadian khusus, narasi berbasis ingatan, dan gaya penulisan yang ekspresif.

2. Fokus pada satu peristiwa yang bembekas

Memoar tidak menuliskan seluruh riwayat hidup penulis dari lahir sampai saat ini, tapi mengambil satu bagian atau periode penting saja. Misalnya, kita bisa menulis perjalan hidup perihal suka duka saat menempuh pendidikan magister (S2) di luar negeri, perjalanan spiritual, atau cerita mendalam tentang bagaimana kita berhasil bangkit setelah menjadi korban kejahatan. Dengan kata lain, kita hanya perlu memilih satu momen yang paling melekat untuk diurai secara tuntas.

3. Menggunakan sudut pandang orang pertama

Karena ditulis orang sang pemilik pengalaman, memoar wajib menggunakan sudut pandang orang pertama, yakni kata “aku” atau “saya”. Gaya penulisan ini sangat penting agar cerita tampak lebih bernyawa dan akrab di telinga pembaca. Ketika membaca memoar rasanya sedang duduk berdua dan menyimak ocehan penulis tentang pengalaman hidupnya secara langsung.

4. Berdasarkan pengalaman nyata

Memoar termasuk dalam karya tulis yang berkategori nonfiksi, sebab keseluruhan isinya diangkat berdasarkan peristiwa nyata, bukan khayalan atau imajinasi seperti karya fiksi. Semua tokoh, tempat, waktu, dan insiden yang penulis masukkan sudah pernah terjadi di dunia nyata. Ciri ini yang membuat memoar memiliki daya pikat tersendiri di kalangan pecinta literasi.

5. Mementingkan makna bukan hanya fakta

Tidak sama dengan jurnal harian yang sekadar mencatat aktivitas sehari-hari yang terkadang membosankan, memoar menitikberatkan pada emosi, pelajaran hidup, dan makna di balik suatu momen berharga. Jadi, memoar tidak hanya berisi kronologi kejadian yang tertulis, tapi mengajak pembaca untuk memahami kejadian tersebut sesuai perspektif penulis.

Langkah Menulis MemoarMengenal Apa itu Memoar Definisi, Karakteristik, dan Langkah Penulisannya

Bagi teman-teman yang memiliki rencana untuk menulis memoar, berikut langkah-langkah yang perlu diperhatikan:

1. Menentukan premis tulisan

Sebelum mulai menyusun memoar, kita harus menentukan premis atau ide tulisan. Premis berfungsi sebagai kompas yang tidak hanya menentukan arah tulisan, tapi juga menjaga kita supaya tidak menyimpang.

Kita bisa menuliskan siapa tokoh utama, kejadian yang dialami, serta pelajaran atau nilai yang ditangkap dari peristiwa tersebut. Dengan premis yang kuat, kita punya fondasi yang kuat ketika mencurahkan ingatan berharga ke dalam tulisan.

2. Membuat target terstruktur agar tulisan tidak terbengkalai

Banyak penulis yang mengalami burnout bukan karena kehilangan inspirasi, tapi karena tidak memiliki target yang terstruktur. Agar naskah buku kita tidak terbengkalai, cobalah membuat jadwal yang pasti dan dilakukan secara disiplin.

Sebagai contoh, menyelesaikan bab pertama dalam waktu satu minggu atau menargetkan jumlah kata tertentu setiap sesi. Dengan penjadwalan yang baik, penulis akan senantiasa konsisten dan sulit meninggalkan kewajibannya.

3. Konsisten dan disiplin

Menulis itu bukan tentang menunggu waktu luang atau mendapatkan inspirasi, melainkan soal disiplin yang ketat. Beberapa cara yang bisa kita terapkan yaitu dengan menjauhkan diri dari berbagai hal yang bisa mengalihkan perhatian atau menolak ajakan teman di tengah jadwal menulis. Bila kita terbiasa disiplin, menulis bisa terasa lebih ringan dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

4. Mengenali arah cerita yang ingin disampaikan

Buku-buku memoar yang telah terbit memiliki gaya dan nuasa yang berbeda. Sebelum menulis, kita perlu mengenali arah cerita yang ingin dituturkan, apakah itu perjuangan melawan penindasan, pencarian jati diri, atau kisah asmara yang menyayat hati. Dengan memahami hal ini, kita bisa tahu cara terbaik untuk menyampaikannya kepada pembaca.

5. Menghidupkan cerita secara detail

Langkah menulis memoar yang perlu dilakukan selanjutnya adalah dengan menghidupkan cerita secara detail dan cermat. Sebab, pembaca tidak hanya hendak mengetahui urutan peristiwa, mereka juga ingin merasakan atmosfer dan situasi yang kamu alami.

Deskripsi yang spesifik dan jujur akan membantu pembaca membayangkan kejadian tersebut dengan jelas. Semakin kita terbuka, pembaca semakin mudah terikat dengan emosi yang kita tanggung.

6. Membangun proses menulis secara konkret

Supaya proses menulis berjalan lancar dan sesuai rencana, kita perlu membayangkannya secara nyata. Contohnya, berapa banyak halaman yang ingin kita rampungkan hari ini, kapan waktu yang pas untuk menulis, dan di mana kita mengerjakannya. Dengan cara ini, kita bisa membangun kebiasaan dan menjaga ritme kerja dengan lebih mudah dan nyaman.

7. Minta masukan orang terdekat

Meskipun memoar berisi pengalaman spesifik yang bersifat pribadi, kita tidak dilarang untuk meminta bantuan atau saran dari orang-orang terdekat. Jangan takut untuk berdiskusi dengan teman, mencari pembaca pertama, atau berkonsultasi dengan editor. Masukan dari orang-orang yang kita percaya dapat membuat kita melihat sudut pandang yang mungkin terlewatkan.

8. Menentukan siapa target pembaca

Menulis memoar bukan berarti kita harus mengesankan dan menyenangkan semua orang. Cukup dengan memikirkan satu orang yang akan memahami cerita tersebut, kita mampu menyampaikannya dengan efektif. Dengan gaya bahasa kita sendiri, memoar akan terasa jujur, dekat, dan mengalir, sehingga orang lain juga bisa menikmatinya tanpa kesulitan.

9. Menyusun kerangka tulisan

Sebelum menyusun naskah yang panjang, kita perlu membuat kerangka tulisan terlebih dahulu. Kerangka tulisan atau outline ini akan menjaga alur memoar tetap rapi dan teratur. Kita bisa menuliskannya berdasarkan urutan waktu kejadian, topik-topik tertentu, atau konflik dan peristiwa penting yang ingin kita bahas.

Nah, itulah penjelasan mengenai apa itu memoar, mulai dari definisi, karakteristik, dan langkah-langkah menulisnya. Semoga setelah membaca artikel ini, teman-teman dapat lebih mengerti memoar secara lebih mendalam dan termotivasi untuk menulis momen penting yang telah terjadi di hidup kalian.

WhatsApp
Facebook
Twitter
LinkedIn