4 Cara Membuat Blurb Buku yang Memikat, Penulis Pemula Wajib Tahu!

4 Cara Membuat Blurb Buku yang Memikat, Penulis Pemula Wajib Tahu!

Bagi seorang penulis buku, menyelesaikan naskah ratusan halaman dengan tepat waktu merupakan prestasi yang membanggakan, tapi tantangan belumlah berakhir. Langkah yang harus penulis tempuh selanjutnya yaitu menyusun blurb yang berisi deskripsi singkat isi buku yang terletak di cover bagian belakang. Namun, banyak yang belum mengetahui bagaimana cara membuat blurb buku yang baik.

Tidak perlu menampilkan seluruh alur cerita atau topik yang diangkat, cukup tonjolkan satu konflik yang paling seru. Dengan blurb yang menarik, karya tulis kita mampu memancing rasa penasaran calon pembaca.

4 Cara Membuat Blurb Buku yang Memikat, Penulis Pemula Wajib Tahu!

Melalui artikel ini, kita akan mempelajari apa itu blurb buku, apa saja manfaatnya, dan bagaimana cara menyusunnya dengan baik. Agar tidak penasaran, yuk langsung saja kita ikuti penjelasan lengkapnya di bawah ini:

Apa itu Blurb Buku?

Blurb buku merupakan teks singkat, padat, dan jelas sebagai strategi pemasaran untuk menarik perhatian pembaca. Banyak yang beranggapan bahwa informasi yang ada di cover belakang buku ini adalah sinopsis, padahal keduanya memiliki sifat yang berbeda.

Dibandingkan dengan sinopsis, blurb lebih pendek karena hanya terdiri dari dua sampai empat paragraf sehingga bisa dibaca dalam waktu 15-30 detik saja. Jika sinopsis berisi ringkasan cerita atau topik secara lengkap, maka blurb hanya memperlihatkan satu bagian penting yang bisa membangkitkan rasa penasaran.

Terdapat beberapa format penulisan blurb yang dapat disesuaikan dengan kategori buku. Pada buku fiksi (novel dan antologi cerpen), blurb kerap kali memuat potongan adegan atau dialog yang menarik. Sementara itu, pada buku nonfiksi (buku ajar, self-improvement, buku pendidikan, dan biografi), blurb biasanya dilengkapi dengan testimoni atau review singkat dari media maupun tokoh ternama.

Apa Manfaat Blurb pada Buku?

Berikut adalah beberapa manfaat penting blurb pada buku yang perlu diketahui, yaitu:

1. Strategi promosi

Kehadiran blurb pada buku memiliki fungsi sebagai sarana promosi terselubung guna menarik minat calon pembaca untuk membeli karya penulis. Di samping desain cover yang memanjakan mata, blurb juga berperan penting dalam mendongkrak penjualan buku. Hal ini karena blurb menyajikan sedikit bocoran alias spoiler secara memikat dan tidak membosankan.

2. Menegaskan isi buku

Manfaat blurb yang kedua adalah membantu pembaca menghindari kesalahan pembelian. Misalnya, mengira sebuah buku sebagai karya fiksi padahal sebenarnya buku tersebut merupakan karya bergenre self-improvement atau pengembangan diri.

Dengan adanya blurb, pembaca bisa langsung mengetahui garis besar dan kategori/genre buku yang dipilih. Sehingga, kejadian salah membeli buku akibat desain cover atau judul yang mengecoh bisa kita minimalisir.

3. Memikat calon pembeli

Salah satu tujuan penyusunan blurb adalah untuk menarik perhatian calon pembeli. Oleh karena itu, penulis harus memiliki kemampuan merangkai kata, kepekaan literer (sensitivitas sastra), dan pemilihan kosakata (diksi) yang tepat.

Selain untuk memperkuat pesan, blurb juga berfungsi untuk memancing rasa penasaran pembaca. Jadi, blurb bisa menjadi salah satu faktor yang memengaruhi keputusan pembaca untuk membeli sebuah buku atau tidak.

4. Memberikan gambaran isi buku

Untuk buku-buku baru yang masih dalam kondisi tersegel, calon pembeli tidak bisa mengintip isi di dalamnya. Maka dari itu, blurb menjadi sarana praktis bagi mereka yang ingin mengetahui topik atau garis besar alur cerita sebuah karya.

Dengan adanya informasi singkat di cover belakang ini, calon pembaca dapat menilai buku tersebut apakah sudah sesuai dengan kebutuhan serta preferensi mereka atau belum. Jika sesuai, mereka akan segera ke kasir dan membawa buku tersebut pulang ke rumah.

5. Meningkatkan hasil penjualan buku

Manfaat blurb pada sebuah buku yaitu dapat meningkatkan permintaan serta pembelian di pasaran. Tidak sekadar mendatangkan keuntungan finansial bari penulis, tapi juga memberikan dampak positif bagi penerbit, percetakan, dan seluruh tim yang terlibat.

Bagaimana Cara Membuat Blurb?

4 Cara Membuat Blurb Buku yang Memikat, Penulis Pemula Wajib Tahu!

Setelah memahami definisi dan manfaat blurb, kita beralih ke topik utama artikel ini yaitu apa saja tips atau cara membuat blurb yang mampu memikat calon pembaca. Berikut penjelasan lengkapnya:

1. Mengambil kutipan dari naskah

Cara membuat blurb buku yang pertama adalah dengan mengambil salah satu kutipan dari dalam naskah. Aspek yang perlu penulis perhatikan ketika menentukan kalimat mana yang akan dipamerkan. Selain menarik, kutipan tersebut harus terasa kuat, berkesan, dan tidak terlalu panjang.

Idealnya, panjang kutipan dalam blurb hanya berkisar antara dua sampai empat paragraf. Jika penulis mengemas karya fiksi, kutipan dapat dipilih dari dialog yang terjadi di antara tokoh utama atau adegan yang paling dramatis. Untuk buku nonfiksi, penulis bisa mengambil pernyataan maupun ide utama yang memikat.

2. Membuat blurb yang singkat dan menarik

Menyusun kalimat blurb secara ringkas tapi mampu memikat hati pembaca merupakan cara lain membuat blurb buku. Di sini, penulis perlu menggunakan diksi yang sederhana dan mudah dipahami pembaca. Karena ruang untuk blurb sangat terbatas, penulis harus dapat mengemas pesan utama secara padat serta efisien.

Meski ditulis secara singkat, pastikan informasi yang termuat tetap padat dan berbobot. Tidak sama dengan sinopsis yang memberikan rangkuman isi cerita secara lengkap, blurb hanya menampilkan sedikit bocoran untuk menggugah rasa ingin tahu pembaca.

3. Mengangkat isu atau topik terkini

Cara membuat blurb semakin menarik adalah dengan mengaitkan isi naskah dengan topik yang sedang dibicarakan publik. Jika tema buku sudah sangat umum, penulis bisa menyoroti sudut pandang yang unik dan berbeda agar penyampaian blurb tidak terlihat membosankan.

Sebaliknya, untuk buku-buku yang mengangkat isu terkini lebih efektif menyita perhatian daripada naskah yang hanya mengikuti minat pribadi penulis. Oleh sebab itu, bagi kalian penulis yang ingin mempublikasikan karya, disarankan untuk mulai melakukan riset dan mengamati isu populer supaya tidak tertinggal.

4. Menggunakan bahasa dan kalimat persuasif

Cara membuat blurb buku yang terakhir adalah dengan menerapkan gaya bahasa persuasif. Tips ini dinilai ampuh menarik minat calon pembaca sekaligus memperkuat kegiatan promosi buku. Kalimat ajakan ini sering kita temui pada iklan media, brosur, atau pamflet.

Tujuan utama kalimat persuasif pada blurb adalah untuk membujuk dan memotivasi pembaca supaya segera melakukan transaksi di kasir. Karakteristik kalimat ini terletak pada kata atau frasa ajakan seperti “ayo”, “mari”, “temukan jawabannya”, “bacalah kisah ini”, atau “rasakan sendiri”.

Jika kalian menerbitkan naskah lewat penerbit mayor, pembuatan blurb biasanya dikerjakan langsung oleh tim redaksi. Namun, bila kalian memilih bekerja sama dengan penerbit indie atau self-publishing, penulis bertanggung jawab sepenuhnya dalam menyusun blurb.

Nah, itulah uraian lengkap mengenai apa itu blurb, manfaat, serta cara membuatnya yang bisa diterapkan oleh para penulis, baik yang berpengalaman maupun pemula. Semoga setelah membaca artikel ini, wawasan dan pengetahuan teman-teman terkait tips atau strategi menyusun blurb semakin bertambah. Dengan begitu, kalian lebih percaya diri dalam mengemas karya tulis yang siap memukau banyak orang.

WhatsApp
Facebook
Twitter
LinkedIn