6 Jenis Tanda Baca dan Contoh Penggunaannya dalam Bahasa Indonesia

6 Jenis Tanda Baca dan Contoh Penggunaannya dalam Bahasa Indonesia

Dalam bahasa Indonesia, tanda baca memiliki peran yang tidak boleh kita sepelekan. Bukan sekadar pelengkap tulisan, simbol-simbol kecil ini bertujuan untuk mengatur ritme dan membentuk makna dari setiap kalimat yang disusun. Tanpa penggunaan tanda baca yang tepat, tulisan kita bisa dengan mudah dipahami.

Setiap jenis tanda baca punya fungsi dan aturan pemakaian yang berbeda-beda. Mulai dari tanda titik (.) sampai elipsis (…) memiliki kaidah resmi dalam tata bahasa Indonesia.

6 Jenis Tanda Baca dan Contoh Penggunaannya dalam Bahasa Indonesia

Melalui artikel ini, kita akan mempelajari beberapa tanda baca dan contoh penggunaannya. Harapannya, setelah membaca informasi ini, kita dapat menerapkan tanda baca secara tepat dan percaya diri pada setiap karya yang ditulis. Agar makin jelas, yuk kita ikuti pemaparannya di bawah ini.

Apa itu Tanda Baca?

Tanda baca adalah simbol non-bunyi yang tidak memiliki hubungan dengan suara, kata, atau frasa dalam suatu bahasa. Fungsinya yaitu untuk menunjukkan struktur penulisan, memberikan penekanan intonasi, dan menandai jeda ketika tulisan dibaca.

Apa Saja Jenis Tanda Baca dan Contoh Penggunaannya?

Berikut adalah jenis-jenis tanda baca beserta contoh penggunaannya dalam bahasa Indonesia, yaitu:

1. Tanda titik (.)

Tanda titik merupakan simbol baca yang sering kita temui dalam teks bahasa Indonesia, baik karya fiksi maupun nonfiksi. Berdasarkan aturan tata bahasa (EYD/PUEBI), tanda titik punya beberapa kegunaan, seperti menutup sebuah kalimat pernyataan, penulisan singkatan tertentu, dan menyusun struktur penomoran.

Dalam keseharian, tanda titik memiliki fungsi dasar sebagai penanda akhir dari sebuah ide atau pikiran. Tujuannya untuk memberi tanda kepada pembaca bahwa pembahasan pada kalimat tersebut sudah selesai.

Contoh penggunaan:
Benar:
  • Tugas menulis ulasan buku sudah saya selesaikan tadi malam.
  • Mereka akan berolahraga besok pagi.
Salah:
  • Tugas menulis ulasan buku sudah saya selesaikan tadi malam…
  • Mereka akan berolahraga besok pagi..

Catatan: Kalimat berita selalu diakhiri dengan satu tanda titik (.), sangat salah jika kita menambahkan dua atau tiga titik sekaligus.

2. Tanda koma (,)

Tanda koma merupakan simbol baca yang penggunaannya sering keliru. Banyak penulis yang memakainya secara berlebihan, tapi ada juga penulis yang justru melewatkannya dalam tulisan mereka.

Fungsi utama tanda koma yakni untuk memberikan jeda sejenak agar alur bacaan menjadi makin jelas dan mudah ditangkap. Di samping itu, tanda ini juga dapat kita gunakan untuk memisahkan anak kalimat yang berada di depan induk kalimat serta memisahkan unsur dalam penguraian.

Contoh penggunaan:
Benar:
  • Andi membeli novel, buku tulis, dan pensil.
  • Setelah makan, anak-anak mencuci piring.
Salah:
  • Andi membeli novel buku tulis dan pensil.
  • Setelah makan anak-anak mencuci piring.

Berdasarkan contoh di atas, kita dapat melihat bahwa tanda koma membantu pembaca mengetahui kapan waktu berhenti sebelum meneruskan bacaan.

3. Tanda tanya (?) dan tanda seru (!)

Jenis tanda baca dan contoh penggunaannya yang ketiga adalah tanda tanya dan tanda seru. Kedua tanda ini merupakan simbol baca yang terletak di bagian paling akhir kalimat. Tanda tanya biasa dipakai untuk mengakhiri sebuah kalimat yang membutuhkan jawaban atau informasi dari lawan bicara.

Sementara itu, tanda seru bisa kita gunakan untuk memberi penekanan pada ungkapan yang disampaikan. Tanda ini sering kita jumpai dalam kalimat perintah, pernyataan kekaguman, seruan, dan penyampaian emosi yang mendalam.

Contoh penggunaan tanda tanya yang benar:
  • Apakah kamu sudah sudah mengirimkan revisi?
  • Di mana penulis itu menerbitkan buku pertamanya?
  • Mengapa kamu ingin menjadi penulis?
Contoh penggunaan tanda seru yang benar:
  • Selamat atas karya barumu!
  • Hati-hati di jalan!
  • Tolong matikan lampu itu sekarang!

4. Tanda petik ganda (” “) dan petik tunggal (‘ ‘)

6 Jenis Tanda Baca dan Contoh Penggunaannya dalam Bahasa Indonesia

Pemakaian tanda petik ganda dan petik tunggal sering sebagian orang merasa bingung. Dalam penulisan karya sastra, dialog, maupun karya ilmiah, kedua tanda ini memiliki fungsi yang tidak bisa kita remehkan.

Tanda petik ganda dapat kita gunakan untuk mengapit percakapan para tokoh atau menulis kutipan langsung dari sebuah sumber rujukan. Selain itu, tanda ini bisa kita manfaatkan untuk menunjukkan judul artikel, puisi, maupun bab tertentu dalam buku.

Contoh penggunaan:
  •  Ayah berkata, “Jangan lupa belajar yang giat.”
  • “Kami akan berlibur ke Bali minggu depan,” ujar Sari.

Sementara itu, tanda petik tunggal biasa dipakai untuk mengapit kutipan yang ada di dalam kutipan lain. Kegunaan lainnya yaitu untuk mengapit makna atau terjemahan kata.

Contoh penggunaan:
  • Ibu bertanya, “Apakah kalian mendengar bunyi ‘tok-tok’ tadi?”
  • Istilah bahasa Inggris excited memiliki arti ‘bersemangat’ dalam bahasa Indonesia.

5. Tanda hubung (-) dan tanda pisah (—)

Jika tidak dilihat secara saksama, tanda hubung dan tanda pisah tampak serupa sehingga sering dinilai sama. Namun, dari segi ukuran dan kegunaan, kedua tanda baca ini punya fungsi yang berbeda. Tanda hubung (-) memiliki ukuran yang lebih pendek dan berfungsi untuk menyambungkan kata ulang, menghubungkan imbuhan dengan kata tertentu, serta membantu pemenggalan kata saat berpindah baris.

Sedangkan tanda pisah (—) berukuran lebih panjang dan digunakan untuk menunjukkan jeda atau penjelasan tambahan di tengah kalimat. Tanda pisah juga dapat kita gunakan dia antara dua bilangan, tanggal, atau tempat yang berarti ‘sampai dengan’, ‘hingga’, atau ‘sampai ke’

Contoh penggunaan tanda hubung:
  • Novel-novel itu berhasil terjual habis dalam waktu singkat.
  • Anak-anak sedang bermain bola di lapangan.
Contoh penggunaan tanda pisah:
  • Menjadi guru—apa pun mata pelajarannya—harus disiplin dan konsisten.
  • Tanggal 10—20 November 2026
  • Rute Surabaya—Yogyakarta

6. Tanda elipsis (…)

Bagi kalian yang pecinta karya fiksi, tanda baca berupa tiga titik berurutan ini tentu sudah familiar. Tanda elipsis memiliki fungsi untuk menandai bagian teks maupun dialog yang sengaja dihilangkan atau ditahan.

Dalam karya fiksi seperti drama, novel, maupun cerpen, tanda elipsis biasanya dipakai untuk menunjukkan adanya jeda saat seorang tokoh sedang berpikir atau ragu. Tidak hanya itu, tanda ini juga berfungsi untuk memperlihatkan kalimat yang terputus atau menyembunyikan sebagian isi kutipan.

Contoh penggunaan:
  • “Aku ingin menunjukkan sesuatu padamu, tapi …”
  • “Tadi malam, Anne bilang … dan aku tidak setuju.”

Kesalahan Umum Penggunaan Tanda Baca

Banyak penulis yang masih melakukan kesalahan saat menerapkan tanda baca pada tulisan atau karya yang sedang disusun. Berikut adalah beberapa kesalahan tersebut.

1. Memakai tanda baca secara berlebihan

Misalnya:

  • Cantik sekali!!!
  • Apakah itu benar??
  • Waduh….

2. Tidak memberikan jeda dengan tanda koma

Agar pembaca mudah memahami maksud penulis, maka kita harus memberikan tanda koma di suatu kalimat panjang.

Contohnya:

  • Setelah menulis puisi, Reva langsung mencari ide untuk karya berikutnya.
  • Karena kemarin turun hujan, Andi  dan teman-temannya tidak jadi jalan-jalan.

3. Keliru dalam menggunakan tanda petik

Kesalahan ini sering kita jumpai dalam penulisan novel.

Contoh salah:

  • “Aku ingin makan roti”. Kata Febby

Contoh benar:

  • “Aku ingin makan roti,” kata Febby.

Nah, itulah penjelasan lengkap mengenai enam jenis tanda baca, contoh penggunaanya, dan kesalahan yang sering penulis lakukan. Semoga setelah membaca artikel ini, wawasan dan pengetahuan teman-teman terkait aturan penulisan dalam bahasa Indonesia semakin bertambah, ya!

WhatsApp
Facebook
Twitter
LinkedIn