
Sebagai pembaca karya fiksi, khususnya novel, kita pasti pernah bertemu dengan karakter yang menyebalkan dan membuat darah mendidih karena tingkah lakunya. Gejolak emosi yang muncul ketika menikmati novel ini datang dari dua unsur intrinsik, yakni tokoh dan penokohan.
Meski terdengar mirip, unsur-unsur ini memiliki perbedaan peran yang cukup mencolok. Tokoh dapat kita artikan sebagai orang atau pelaku yang ada di dalam cerita, sedangkan penokohan adalah cara penulis menggambarkan karakter atau sifat tokoh tersebut.
Daftar isi
TogglePerbedaan Tokoh dan Penokohan dalam Karya Fiksi, Jangan Sampai Keliru!
Melalui artikel ini, kita akan mempelajari pengertian, jenis, perbedaan antara tokoh dan penokohan, beserta contohnya. Langsung saja kita simak penjelasan berikut ini agar pengalaman membaca kita menjadi semakin seru.
Apa itu Tokoh?
Sebelum menelaah perbedaan tokoh dan penokohan dalam karya fiksi, sebaiknya kita mengenal dulu pengertian keduanya. Secara umum, tokoh dapat kita maknai sebagai pelaku atau individu ciptaan penulis yang memengaruhi jalan cerita novel, cerpen, maupun drama.
Artikel yang sesuai:
Apa Saja Jenis-Jenis Tokoh dalam Karya Fiksi?
Adapun jenis-jenis tokoh dalam karya fiksi yang perlu kita pahami adalah:
1. Tokoh utama
Tokoh utama merupakan pusat dari seluruh alur cerita yang menggerakkannya dari bagian prolog hingga epilog. Mengapa disebut tokoh utama? Karena karakteri ini berperan penting dalam setiap keputusan, konflik, dan penyelesaian masalah yang mengelilingi kehidupannya.
Meski selalu digambarkan sebagai pribadi yang memiliki kebaikan dan punya segudang kelebihan, tokoh utama dalam karya sastra moden tidak selalu menjadi pahlawan yang membantu sesama. Agar alur cerita terasa lebih unik dan dinamis, penulis menciptakan tokoh utama dengan watak jahat atau punya niat buruk.
2. Tokoh pendamping
Tokoh pendamping adalah karakter pelengkap yang menemani perjalan utama dalam cerita fiksi. Sosok ini muncul dalam berbagai wujud, seperti orang tua, sahabat, saudara, atau mentor yang berinteraksi langsung dengan tokoh utama.
Tidak sekadar menghidupkan suasana, tokoh pendamping juga sebagai sosok yang menjadi penengah atau tritagonis. Dalam cerita, kehadiran karakter ini sangat krusial yakni untuk memadamkan perselisihan dan menjaga keseimbangan konflik, baik yang terjadi di antara sesama tokoh protagonis maupun antagonis.
Apa itu Penokohan?
Setelah memahami definisi dan jenis-jenis tokoh dalam cerita fiksi, kita beralih ke pengertian penokohan. Secara sederhana, penokohan adalah berbagai watak atau sifat yang ada di dalam diri tokoh karangan penulis.
Tokoh yang penulis ciptakan mempunyai identitas seperti nama, jenis kelamin, usia, pekerjaan, dan informasi yang bersifat umum lainnya. Sementara itu, sifat atau tabiat yang penulis gambarkan dan kembangkan dikenal dengan istilah penokohan.
Apa Saja Jenis-Jenis Penokohan?
Berdasarkan sifat dan karakter tokoh, penokohan dalam karya fiksi terbagi menjadi tiga jenis, yaitu:
1. Tokoh protagonis
Tokoh protagonis adalah tokoh dalam cerita fiksi yang memiliki sifat baik dan digambarkan sebagai sosok yang berjuang membela kebenaran. Karena sifat mulianya ini, tokoh utama dalam banyak kisah sering kali dimasukkan dalam kategori protagonis.
Keberadaan sosok ini mempunyai fungsi sebagai penarik simpati dan dukungan dari penikmat karya sastra. Contohnya, dalam manga dan animasi Detective Conan, Conan atau Shinichi Kudo merupakan tokoh protagonis. Contoh lainnya yaitu pada novel Ayah karya Andrea Hirata, menampilkan Sabari sebagai tokoh protagonis sekaligus tokoh utama.
2. Tokoh antagonis
Tokoh antagonis merupakan tokoh yang punya watak buruk, jahat, dan menjadi pemicu timbulnya konflik dalam cerita. Meski banyak orang yang membencinya, kehadiran tokoh ini sangat ditunggu-tunggu karena membuat cerita semakin seru untuk terus diikuti.
Masalah yang disebabkan oleh tokoh antagonis pada akhirnya harus diselesaikan oleh tokoh utama. Sebagai contoh, Marlena dan Markoni dalam novel Ayah yang ditulis oleh Andrea Hirata yang menjadi pencetus konflik atau masalah.
3. Tokoh tritagonis
Jenis penokohan selanjutnya yaitu tokoh tritagonis. Karakter tambahan dalam karya fiksi ini mempunyai sikap netral dan berada di garis tengah. Walaupun demikian, posisi mereka cenderung lebih dekat dan mendukung tokoh protagonis.
Tokoh tritagonis berperan penting dalam membantu tokoh utama mencari solusi terkait masalah yang diciptakan oleh tokoh antagonis. Contohnya yaitu tokoh Ukun, Tamat, dan Taharun sebagai sahabat yang senantiasa menemani, membantu, sekaligus meredakan konflik batin Sabari dalam novel Ayah.
Apa Fungsi Tokoh dan Penokohan dalam Karya Fiksi?

Tokoh dan penokohan memiliki beberapa fungsi penting, di antaranya yaitu:
- Membangun alur cerita yang jelas.
- Membantu penulis menciptakan konflik yang menarik dan tidak membosankan.
- Mengarahkan penulis dalam menentukan bagaimana akhir cerita, apakah menggantung, happy ending, atau sad ending.
Apa Perbedaan Tokoh dan Penokohan dalam Karya Fiksi?
Sebenarnya, kita dapat membedakan tokoh dan penokohan dengan cara melihat definisinya. Tokoh mengacu pada sosok atau individu yang penulis ciptakan untuk mengisi dan menjalankan alur cerita. Gampangnya, tokoh adalah “siapa” yang berada di dalam kisah tersebut, misalnya karakter bernama Penelope yang memiliki pekerjaan sebagai seorang jurnalis.
Tanpa kehadiran tokoh, cerita hanyalah panggung megah tanpa aktor sehingga terasa sunyi dan hampa. Tokoh menjadi pembangun alur, pusat konflik, sekaligus nyawa yang menggerakkan cerita agar tidak kehilangan arah dan emosi. Selain itu, tokoh juga bertugas untuk menyiratkan pesan moral yang ingin penulis sampaikan.
Di sisi lain, penokohan adalah cara atau proses yang penulis gunakan untuk memberikan jiwa, sifat, dan karakter pada tokoh yang ia ciptakan. Dalam contoh sosok Penelope, penokohan mencakup pemberian sifat seperti baik hati, penyabar, hingga gambaran fisik seperti berwajah cantik dan memiliki rambut merah keriting.
Tidak hanya menyebutkan nama tanpa makna, lewat penokohan yang jelas, pembaca dapat memahami setiap karakter dalam cerita. Pembaca juga dapat membedakan mana tokoh utama, pendamping, hingga sifatnya sebagai protagonis, antagonis, atau tritagonis.
Contoh Tokoh dan Penokohan
Agar makin paham tentang perbedaan tokoh dan penokohan dalam karya sastra, mari kita intip contoh dari cerita rakyat Malin Kundang yang tersaji dalam bentuk tabel di bawah ini.
No. | Tokoh | Penokohan |
| 1. | Malin Kundang | Pada awalnya, Malin Kundang mempunyai sifat rajin, pekerja keras, uler, dan berani. Namun, di akhir kisah, ia digambarkan sebagai sosok yang sombong, angkuh, dan durhaka kepada ibu kandungnya sendiri. |
| 2. | Mande Rubayah (Ibu Malin Kundang) | Memiliki sifat sabar, penyayang, pekerja keras, dan tabah. |
| 3. | Istri Malin Kundang | Sombong dan suka memandang rendah orang lain. |
| 4. | Nahkoda Kapal | Baik hati dan suka menolong sesama. |
Nah, itulah penjabaran mengenai pengertian, jenis, perbedaan tokoh dan penokohan, fungsi, serta contohnya. Semoga setelah membaca artikel ini, wawasan dan pengetahuan teman-teman terkait dua unsur intrinsik cerita fiksi ini semakin bertambah, ya!
Dengan informasi ini, kita bisa lebih mudah menganalisis setiap karakter yang ada di novel, cerpen, atau drama. Bagi yang ingin menulis sebuah kisah fiksi, kalian juga dapat mengaplikasikan pengetahuan ini untuk menciptakan karakter unik dan punya daya tarik emosional yang kuat. Selamat berkarya dan sampai jumpa di artikel kami selanjutnya!






