12 Jenis Karakter Tokoh dalam Karya Fiksi yang Perlu Diketahui

12 Jenis Karakter Tokoh dalam Karya Fiksi yang Perlu Diketahui

Ketika membaca novel atau menonton film, kita pasti akan bertemu dengan berbagai sifat tokoh yang membuat suasana di dalam cerita semakin semarak dan hidup. Pada umumnya, karakter di dalam karya fiksi terbagi menjadi tiga jenis, yaitu protagonis, antagonis, dan tritagonis.

Namun, dunia fiksi tidak hanya diisi oleh tiga jenis karakter tokoh tersebut. Supaya cerita yang diciptakan tidak tampak membosankan, penulis akan menambahkan berbagai tokoh pendukung yang punya peran dan keunikan masing-masing.

12 Jenis Karakter Tokoh dalam Karya Fiksi yang Perlu Diketahui

Melalui artikel ini, kita akan mencari tahu apa saja jenis-jenis karakter tokoh dalam karya sastra atau fiksi yang perlu pecinta literasi ketahui. Harapannya, setelah membaca tulisan ini, teman-teman mampu memahami dan mengenali karakter-karakter dalam cerita favorit kalian. Agar semakin jelas, mari kita simak uraian lengkapnya di bawah ini:

1. Protagonis

Jenis karakter tokoh dalam karya fiksi yang pertama adalah protagonis. Tokoh utama yang paling sering muncul dan menjadi pusat perhatian sepanjang cerita ini, digambarkan sebagai sosok yang baik hati, jujur, sabar, dan suka menolong. Dikarenakan sifat-sifat tersebut, pembaca novel atau cerpen sangat menyukai tokoh ini dan selalu mendukung apa pun yang ia lakukan.

Kehadiran protagonis dalam karya fiksi berperan sebagai penggerak alur cerita. Pembaca akan diajak mengikuti dan merasakan perjuangan mereka saat menghadapi berbagai masalah. Setiap keputusan yang tokoh protagonis ambil merupakan penentuan akhir dari cerita tersebut.

2. Antagonis

Kebalikan dari tokoh protagonis, antagonis digambarkan memiliki sifat yang buruk, mulai dari pendendam, sombong, suka berbohong, dan berperilaku jahat. Dalam sebuah cerita, antagonis berperan sebagai musuh bebuyutan yang selalu menentang dan menyulitkan tokoh utama.

Walaupun berwatak menyebalkan dan membuat pembaca kesal, kehadiran antagonis sangat penting. Agar konflik semakin seru dan panas, penulis sengaja memberikan porsi yang cukup besar pada tokoh ini. Tanpa adanya gangguan dari tokoh antagonis, sebuah cerita akan terkesan hambar dan kurang menantang.

3. Tritagonis

Tritagonis adalah jenis karakter tokoh karya fiksi ketiga yang hadir sebagai penengah ketika terjadinya konflik antara protagonis dan antagonis. Secara umum, tokoh ini penulis gambarkan sebagai sosok yang tenang, bijaksana, dan berwibawa.

Tidak hanya melerai pertengkaran, tritagonis juga sering memberikan nasihat atau saran objektif kepada tokoh antagonis maupun protagonis. Dengan kata lain, peran mereka di dalam cerita adalah untuk membantu tokoh utama mencari jalan keluar terbaik dan adil.

4. Skeptic

Jenis karakter tokoh dalam karya sastra selanjutnya yaitu skeptic. Tugas utama dari karakter ini yaitu membantu serta mendukung berbagai rencana jahat yang disiapkan oleh tokoh antagonis.

Meskipun porsi kemunculannya sedikit, peran karakter skeptic tetap tidak boleh penulis hilangkan. Selain berfungsi sebagai pelengkap, tokoh ini juga bertindak sebagai sosok yang menghidupkan suasana agar alur cerita tidak terasa monoton dan membosankan.

5. Sidekick

Sidekick merupakan tokoh pembantu yang berada di pihak protagonis. Gampangnya, tokoh skeptis bertugas untuk membantu tokoh antagonis, maka sidekick punya peran untuk mendukung tokoh protagonis.

Keberadaan sahabat karib di sebuah novel atau cerpen membuat cerita menjadi lebih hidup dan berwarna. Mereka selalu ada di samping tokoh utama dalam melewati masa-masa sulit atau sekadar menjadi teman berbincang. Dengan adanya tokoh ini, dinamika hubungan antarkarakter semakin nyata dan menarik untuk pembaca ikuti hingga halaman terakhir.

6. Contagonist

Jenis karakter tokoh karya fiksi selanjutnya memiliki sifat atau tujuan yang berbeda dengan tokoh protagonis. Contagonist akan penulis hadirkan di tengah-tengah cerita, buka di bab-bab awal. Fungsinya, untuk memberikan kejutan atau situasi tidak terduga ketika berhadapan dengan tokoh utama.

7. Guardian

12 Jenis Karakter Tokoh dalam Karya Fiksi yang Perlu Diketahui

Sesuai dengan istilah yang dipakai, guardian memiliki makna pelindung yang bertugas untuk menjaga keselamatan tokoh utama (protagonis). Karakter ini akan muncul setelah situasi cerita semakin rumit atau setelah kedatangan tokoh contagonist.

Untuk menginbangi karakter-karakter jahat yang sudah hadir sebelumnya, guardian dilukiskan sebagai sosok yang bijaksana, kuat, dan baik hati. Peran mereka dalam karya fiksi memberikan rasa aman dan tentram, sekaligus menjadi mentor bagi tokoh utama.

8. Reason

Reason adalah karakter pendukung dalam karya fiksi yang mencerminkan logika atau akal sehat. Penulis mendeskripsikan tokoh ini sebagai pribadi yang sangat tenang, sabar, dan selalu berpikir jernih sebelum bertindak. Walaupun adegannya tidak banyak, kehadiran karakter reason sangat mempengaruhi keputusan penting dalam alur cerita.

Saat tokoh utama sedang kebingungan dalam menghadapi masalah, tokoh ini akan datang membawa solusi. Mereka membantu menyelesaikan masalah dengan cara membimbing tokoh utama berpikir logis. Dengan begitu, konflik yang berlarut-larut dapat diselesaikan dengan kepala dingin.

9. Emotion

Berseberangan dengan tokoh reason, emotion merupakan karakter pendukung yang bertindak berlandaskan perasaan. Tokoh ini memiliki sifat impulsif, tidak bisa berpikir jernih, dan sulit mengendalikan emosi. Kemunculannya dalam karya sastra menjadi penyebab suasana semakin riuh dan dramatis.

Karena watak dan perilakunya yang mudah meledak-ledak, tokoh emotion sering kali menimbulkan masalah baru secara tidak sengaja, atau bahkan memperbesar konflik yang sudah ada. Namun, justru ketakutan dan luapan emosi yang berasal dari tokoh ini mampu mengubah cerita menjadi lebih panjang, seru, dan menguras emosi pembaca.

10. Deutragonis

Deutragonis adalah tokoh pendukung yang menempati posisi tepat di samping tokoh utama (protagonis). Sebagai orang yang dipercaya, mereka selalu setia menemani perjalanan protagonis dari awal hingga akhir cerita.

Dalam karya fiksi, deutragonis memiliki peran sebagai tempat curhat dan orang pertama yang memasang badan melindungi protagonis dari berbagai kesulitan. Kehadiran sahabat setia ini mampu meringankan beban yang tokoh utama pikul dalam proses penyelesaian konflik.

11. Foil

Jenis karakter fiksi yang ada di dalam novel atau cerpen berikutnya yaitu foil. Tokoh ini mirip dengan tokoh skeptic yang berada di kubu negatif. Mereka selalu berada di samping dan mendukung apa pun yang antagonis rencanakan.

Dalam alur cerita, tokoh foil akan membantu melancarkan rencana buruk antagonis agar bisa memenangkan konflik. Keberadaan karakter ini membuat kubu antagonis tampak lebih kuat dan terorganisir, sehingga tantangan bagi tokoh protagonis juga menjadi semakin berat.

12. Figuran

Terkahi, tokoh figuran merupakan pelengkap yang kemunculannya di dalam karya sastra dapat dihitung dengan jari. Meskipun tidak seering tokoh utama, peran figuran tetap dibutuhkan untuk membuat latar tempat atau suasana dalam cerita terasa lebih nyata dan tidak kosong.

Walaupun kehadirannya sangat jarang, penulis memberikan sifat yang unik dan lucu pada tokoh figuran. Tujuannya untuk mencairkan suasana yang tegang supaya pembaca dapat menikmati cerita dengan lebih santai.

Nah, itulah uraian lengkap mengenai dua belas jenis karakter tokoh yang ada di karya-karya sastra, seperti novel dan cerpen. Semoga setelah membaca artikel ini, wawasan teman-teman terkait unsur karya fiksi semakin bertambah dan lebih jago mengidentifikasi setiap karakter di dalam sebuah cerita.

WhatsApp
Facebook
Twitter
LinkedIn