
Ketika menulis, sering kali kita kurang percaya diri dengan hasil rangkaian kalimat yang telah dibuat. Entah terasa hambar, kaku, terlalu santai, atau bahkan tidak enak dibaca. Agar masalah ini tidak terus terjadi, kita wajib mengetahui berbagai cara menentukan gaya bahasa yang cocok untuk tulisan yang sedang kita buat.
Memilih gaya bahasa yang pas tidak sesusah yang kita bayangkan. Kita hanya perlu menyesuaikan beberapa aspek, mulai dari menentukan tujuan tulisan hingga mengenali target pembaca.
Daftar isi
Toggle5 Cara Menentukan Gaya Bahasa yang Cocok untuk Tulisan, Simak Infonya!
Melalui artikel ini, kita akan mempelajari bagaimana cara menentukan gaya bahasa yang cocok untuk tulisan atau karya yang sedang kita susun. Harapannya, setelah membaca informasi ini, teman-teman mendapatkan inspirasi dan motivasi untuk terus bereksplorasi dan menghasilkan karya yang berkualitas.
Yuk, langsung saja kita simak penjelasan selengkapnya di mulai dari pengertian gaya bahasa di bawah ini.
Artikel yang sesuai:
Apa itu Gaya Bahasa?
Gaya bahasa adalah cara unik seseorang dalam mengungkapkan isi kepala, merangkai kata, menyusun kalimat, dan mengatur ritme tulisan saat ingin menyampaikan suatu pesan, cerita, atau gagasan. Lewat gaya bahasa, sebuah tulisan tidak hanya akan lebih mudah dimengerti, tapi juga memiliki kekuatan untuk menyentuh perasaan orang yang membacanya.
Apa Fungsi Gaya Bahasa?
Menurut Gorys Keraf dalam buku Diksi dan Gaya Bahasa, fungsi atau peran penting gaya bahasa terbagi menjadi 4, yaitu:
- Meningkatkan nilai estetika atau keindahan suatu tulisan maupun ucapan;
- Memengaruhi, meyakinkan, atau membujuk pembaca atau audiens agar menerima ide maupun sudut pandang yang disampaikan oleh penulis/pembicara.
- Membangkitkan suasana hati atau respon emosional tertentu dari pembaca atau audiens;
- Memberikan penekanan pada ide pokok yang ingin penulis atau pembicara sampaikan agar lebih berkesan dan membekas dalam ingatan.
Apa Saja Jenis-Jenis Gaya Bahasa?
Berikut adalah tabel yang berisi penjelasan mengenai jenis-jenis gaya bahasa yang bisa kita pilih sesuai dengan genre tulisan yang kita buat.
Jenis Gaya Bahasa | Penjelasan | Penggunaan |
| Naratif | Gaya bahasa yang mengalir santai mirip orang sedang curhat dan fokus mengisahkan suatu kejadian secara kronologis serta menarik. |
|
| Deskriptif | Menggambarkan suatu konsep atau cerita secara detail dan konkret, seolah-olah pembaca bisa melihat, mendengar, dan membayangkannya. |
|
| Persuasif | Gaya bahasa yang bertujuan untuk merayu, mengajak, atau meyakinkan orang lain agar mau mengikuti apa yang kita sampaikan. |
|
| Argumentatif | Menyampaikan pendapat, menunjukkan gagasan, atau mempertahankan ide secara kuat yang didukung oleh data, fakta, atau teori ahli. |
|
| Puitis | Mengutamakan keindahan diksi, irama, dan kiasan untuk mengaduk-aduk emosi pembaca serta menciptakan suasana tertentu. |
|
| Kolokial | Gaya bahasa yang menggunakan percakapan sehari-hari yang bersifat santai, natural, akrab, dan tidak kaku. |
|
| Resmi/Formal | Bersifat sangat resmi, serius, dan taat pada aturan tata bahasa baku demi menjaga profesionalitas. |
|
| Sindiran | Menyentil atau mengkritik suatu keadaan dengan humor atau sindiran halus yang membuat pembaca berpikir kritis. |
|
| Direktif | Memberikan instruksi atau panduan kerja dengan kalimat yang singkat, padat, langsung, dan menggunakan kalimat perintah. |
|
Bagaimana Cara Memilih Gaya Bahasa yang Cocok untuk Tulisan Kita?

Berikut adalah 5 cara dalam menentukan gaya bahasa yang pas dan tepat untuk tulisan yang sedang kita kerjakan, yaitu:
1. Menentukan tujuan tulisanmu sejak awal
Sebelum mulai menulis, kita wajib mengetahui tujuan utama dari tulisan yang sedang kita buat. Gaya bahasa yang kamu pilih harus selaras dengan tujuan tersebut agar suasana yang tercipta semakin pas dan tidak bingung menentukan ritme tulisan dari halaman pertama hingga akhir.
Sebagai contoh, jika kita ingin membuat cerita romansa yang menyentuh perasaan, pilihlah gaya bahasa yang lembut dan mampu menggambarkan perasaan di antara dua tokoh utama. Namun, apabila membuat artikel yang bersifat akademik, kita perlu menggunakan gaya bahasa yang jelas dan informatif.
2. Mengenali target pembaca yang dituju
Memahami siapa orang menjadi sasaran tulisan kita merupakan kunci sukses agar karya kita disukai. Gaya bahasa untuk remaja, pelajar, dewasa, atau pekerja kantoran tentu saja tidak bisa kita samakan.
Jika kita bisa menyesuaikan gaya bahasa dengan target pembaca, mereka akan menikmati tulisan dengan nyaman dan pesan yang kita tuturkan akan mudah dicerna.
Misalnya, remaja cenderung membaca cerita atau novel yang menggunakan bahasa santai, gaul, dan tidak bertele-tele. Sementara itu, pembaca yang memiliki usia lebih matang, lebih menyukai tulisan atau karya sastra yang berbobot dan membuat otak bekerja dua kali lipat.
3. Membaca tulisan penulis lain untuk menemukan preferensi
Salah satu cara paling ampuh untuk menemukan gaya bahasa yang cocok dengan tulisan kita yaitu dengan rajin membaca karya penulis lain. Ketika membaca, kita harus memperhatikan dengan cermat cara mereka menyusun kalimat atau menyampaikan ide dengan menarik.
Setelah itu, kita bisa memilah mana gaya bahasa yang sangat mencerminkan diri sendiri dan gaya bahasa yang kurang kita sukai. Dengan menerapkan tips ini, kita bisa menciptakan gaya penulisan sendiri yang unik dan berbeda dengan orang kebanyakan.
4. Memperhatikan ritme kalimat
Ritme atau irama dalam sebuah tulisan berperan sebagai aspek yang membuatnya enak dibaca, tidak membosankan, dan tidak membuat pusing. Caranya yaitu dengan mencampur penggunaan kalimat yang panjang dengan kalimat yang pendek.
Kita juga perlu memastikan bahwa tulisan yang kita buat tidak terlalu padat atau berputar-putar tanpa arah yang jelas. Bila kita berhasil mengatur ritme kalimat dengan baik, pembaca akan menikmati setiap baris dan paragraf dengan nyaman tanpa merasa lelah.
5. Memasukkan pengalaman pribadi sebagai ciri khas
Berani memasukkan pengalaman pribadi ke dalam tulisan membuat karya kita terasa lebih bernyawa dan punya karakter kuat. Oleh karena itu, jangan ragu untuk menyisipkan sudut pandang pribadi, cara berpikir, atau bahkan pilihan kata unik yang sering kita pakai dalam kehidupan sehari-hari.
Gaya bahasa tidak lahir secara instan, tapi terbentuk dari pengalaman nyata dan konsisten berlatih setiap saat. Selain membuat tulisan tampak sangat jujur dan natural, cara ini juga menciptakan kedekatan dengan pembaca dan membangun rasa saling percaya yang kuat.
FAQ Seputar Cara Menentukan Gaya Bahasa yang Cocok
Berikut adalah pertanyaan sekaligus jawaban yang berkaitan dengan cara menentukan gaya bahasa yang cocok untuk tulisan yang sedang kita buat.
Q1: Bagaimana jika target pembaca yang diinginkan sangat luas, mulai dari remaja hingga orang tua?
Bila target pembaca yang kita sasar sangat luas, pilihlah gaya bahasa yang netral, sederhana, komunikatif, dan memasukkan analogi yang akrab dengan kehidupan sehari-hari. Jangan memakai istilah-istilah kekinian yang hanya dipahami remaja atau istilah ilmiah yang terlalu rumit untuk diartikan.
Q2: Apa kesalahan paling umum saat menentukan gaya bahasa?
Kesalahan umum ketika memilih gaya bahasa yaitu ketidaksesuaian dengan target pembaca. Misalnya, kita menulis untuk anak muda tapi memakai penjelasan yang terlalu kaku dan formal seperti laporan penelitian. Kesalahan ini menyebabkan pembaca langsung kehilangan minat sejak paragraf pertama.
Q3: Apakah boleh mencampur gaya bahasa formal dan santai dalam satu tulisan?
Boleh, dengan catatan harus konsisten dan sesuai konteks yang dibicarakan. Gaya bahasa campuran dalam dunia penulisan biasa disebut dengan semi formal. Gaya tulisan ini sering kita jumpai di artikel pemasaran atau esai populer.
Hal ini bertujuan untuk menyampaikan informasi penting secara berbobot, tapi tetap menggunakan sapaan serta alur yang akrab dengan kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, pembaca tidak akan merasa bosan ataupun digurui oleh penulis.
Nah, itulah penjelasan mengenai cara menentukan gaya bahasa yang cocok untuk tulisan yang sedang kita buat. Semoga setelah membaca artikel ini, wawasan dan pengetahuan teman-teman terkait dunia kepenulisan semakin meningkat, ya! Tetap semangat dan terus berkarya!






