Tantangan Menulis Novel yang Harus Penulis Hadapi

Tantangan Menulis Novel yang Harus Penulis Hadapi

Sebagai penikmat karya fiksi, kita sering berpikir bahwa menulis novel merupakan aktivitas yang menyenangkan, karena ide-ide terus datang tanpa hambatan. Namun pada kenyataannya, banyak penulis yang harus menghadapi berbagai tantangan serta kendala di tengah jalan. Misalnya, kehabisan ide, alur cerita yang macet, hingga ragu dengan kemampuan diri sendiri.

Tantangan dalam menghasilkan sebuah karya sastra khususnya novel tidak hanya bagaimana menentukan ide cerita, tapi juga bisa datang dari kondisi internal dan eksternal penulis. Dengan mengenali dan memahami berbagai hambatan tersebut, penulis bisa menerapkan strategi yang tepat agar naskah bisa selesai tepat waktu

Tantangan Menulis Novel yang Harus Penulis Hadapi

Melalui artikel ini, kita akan membahas satu per satu tantangan atau kendala yang sering penulis alami ketika menyusun sebuah novel. Penasaran apa saja tantangan tersebut? Yuk, ikuti penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Apa itu Novel?

Novel adalah salah satu jenis karya sastra berbentuk prosa panjang yang mengisahkan kehidupan seorang tokoh bersama orang-orang di sekitarnya. Setiap tokoh yang ada di dalam novel memiliki sifat serta watak yang berbeda-beda. Karena sifatnya yang panjang, novel mempunyai halaman yang cukup tebal.

Meski terlihat serupa, bentuk karya sastra seperti novel, roman, dan cerpen memiliki karakteristik yang berbeda. Roman dapat kita artikan sebagai cerita fiksi yang ditulis secara detail dan mendalam dari awal hingga akhir. Sedangkan cerpen (cerita pendek) merupakan kisah imajinatif yang tidak lebih dari 10.000 kata dan fokus pada satu permasalahan tertentu.

Dari penjelasan di atas, kita bisa melihat perbedaan ketiga karya fiksi ini terletak pada panjang atau luasnya cakupan cerita yang dihadirkan. Novel menampilkan rangkaian peristiwa yang lebih panjang dibandingkan cerpen, namun tidak sepanjang kisah sebuah roman.

Apa Ciri-Ciri Novel?

Agar dapat disebut sebagai novel, sebuah karya sastra wajib memenuhi berbagai ciri atau karakteristik berikut:

  • Novel biasanya memiliki lebih dari 100 halaman atau 35.000 kata.
  • Genre serta alur cerita pada novel cukup luas dan kompleks.
  • Alur dalam novel mengalami perkembangan.
  • Ada beberapa tokoh yang punya lebih dari satu karakter.
  • Setting atau latar yang berpindah-pindah.
  • Disajikan dalam bentuk narasi, deskripsi, dan percakapan (dialog).
  • Menampilkan perubahan nasib tokoh utama.

Apa Tantangan Menulis Novel?

Tantangan Menulis Novel yang Harus Penulis Hadapi

Setelah memahami definisi dan ciri-ciri novel, selanjutnya kita masuk ke inti artikel ini yakni berbagai tantangan serta kendala yang harus penulis hadapi saat menulis novel. Berikut uraian selengkapnya:

1. Menciptakan karakter yang unik dan tidak mudah dilupakan

Pembaca novel sangat menyukai karakter fiksi yang memiliki keunikan dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Tidak hanya menciptakan kesan tak terlupakan, karakter yang kuat juga berperan sebagai penggerak alur cerita dalam novel.

Di sini, tidak jarang penulis terjebak membuat tokoh yang terlalu pasaran atau sudah banyak ditulis. Hal ini disebabkan oleh kurangnya riset dan eksplorasi yang mendalam.

Cara mengatasi tantangan ini yaitu dengan menyusun biodata lengkap atau character sheet yang berisi latar belakang setiap tokoh. Melakukan obrolan imajiner secara tertulis dengan karakter buatan sendiri juga bisa menjadi strategi untuk menggali perasaan, motif, serta keinginan mereka.

2. Menyusun konflik yang menarik, memancing rasa penasaran, dan logis

Tantangan menulis novel selanjutnya yaitu membuat alur cerita yang menarik agar pembaca tetap betah dengan kisah yang penulis tampilkan. Penyelesaian hal ini dapat kita tangani dengan merangkum keseluruhan isi cerita sebelum mulai mengembangkan kerangka bab yang lebih detail. Dengan cara ini, alur cerita tidak akan menyimpang dan konsentrasi penulis tetap terjaga dengan baik.

Tidak hanya itu, setiap perpindahan bab dan rentetan peristiwa yang tokoh alami harus penulis bangun dengan logis. Tidak boleh ada hal-hal yang terkesan dipaksakan demi menyelesaikan suatu masalah Jika alur cerita masuk akal, perjalanan tokoh akan tampak natural dan memikat banyak orang yang membacanya.

3. Melakukan riset perihal latar belakang cerita

Latar belakang dalam sebuah novel punya peran penting karena memengaruhi tokoh dan alur cerita yang penulis bangun. Unsur intrinsik ini meliputi tempat, rentang waktu, dan latar belakang sosial atau budaya tokoh. Riset yang mendalam dan seimbang merupakan dasar untuk membuat latar belakang (setting) terasa hidup.

Setelah melakukan riset, penulis perlu berhati-hati supaya tidak menuliskan semua hasilnya secara berlebihan. Keseimbangan antara porsi riset dan proses penulisan juga harus terus penulis asah lewat kebiasaan membaca karya-karya berkualitas serta latihan menulis yang konsisten.

4. Mengatasi berbagai gangguan

Penulis novel sering kali dihadapkan dengan berbagai gangguan yang datang dari lingkungan sekitar, mulai dari koneksi internet, anggota keluarga, sampai urusan pekerjaan. Hal ini dapat penulis atasi dengan mengalokasikan waktu khusus yang bebas dari distraksi ketika sesi menulis berlangsung.

Pada dasarnya, setiap penulis bisa mengatur strategi yang fleksibel sesuai dengan situasi yang dialami. Misalnya, mematikan akses internet dan menulis di tempat yang lebih tenang, seperti perpustakaan atau co-working space. Disiplin dan mampu membuat skala prioritas adalah kunci keberhasilan mengatasi gangguan yang kerap menjadi alasan untuk menunda menulis.

5. Writer’s block (kebuntuan ide)

Kebuntuan ide atau kehilangan kata-kata saat duduk di depan layar komputer merupakan hambatan yang banyak penulis alami. Ketika situasi ini menyerang, cobalah melakukan teknik menulis bebas (free writing) selama 10-15 menit tanpa memikirkan tata bahasa dan ejaan. Cara ini dinilai efektif untuk memancing ide dan membantu penulis menghilangkan rasa takut dan kurang percaya diri.

Jika metode tersebut tidak berhasil, penulis bisa membuka buku favorit dan membaca ulang bagian yang paling disukai untuk mendapatkan inspirasi. Menulis dengan meniru gaya bahasa penulis lain menjadi jembatan yang membantu penulis menemukan sekaligus membangun gaya tulisan mereka sendiri.

6. Mengusir rasa malas

Tantangan menulis novel selanjutnya yaitu rasa malas. Kondisi ini ditandai dengan kebiasaan menunda-nunda pekerjaan dengan alasan menunggu mood atau waktu yang lebih tepat. Padahal, seorang penulis harus memiliki sikap disiplin, karena sebuah cerita tidak akan bisa tercipta dengan sendirinya tanpa adanya usaha nyata.

Ketika rasa malas muncul, penulis harus sadar bahwa ide hebat yang hanya tersimpan di kepala tidak akan bisa dinikmati oleh orang lain kalau tidak segera dicurahkan dalam bentuk tulisan. Mulai mengetik jauh lebih baik daripada hanya memikirkan rencana yang tidak kunjung dieksekusi.

7. Mudah pesimis dan tidak percaya diri

Perasaan pesimis dan tidak percaya diri terhadap kualitas tulisan sendiri merupakan hambatan utama dalam proses kreatif. Sikap terlalu kritis di tengah proses penulisan justru membuat cerita mandek karena penulis sering menghapus kalimat yang baru diketik.

Kegiatan self-editing atau penyuntingan mandiri dapat penulis lakukan setelah seluruh bagian selesai. Maka dari itu, penulis harus bisa mengabaikan rasa ragu dan biarkan cerita mengalir apa adanya.

Nah, itulah penjelasan lengkap mengenai tujuh tantangan menulis novel yang harus penulis hadapi dan atasi. Semoga setelah membaca artikel ini, wawasan dan pengetahuan teman-teman terkait proses penyusunan karya fiksi semakin bertambah, ya!

Bagi teman-teman yang masih bingung dan ingin belajar menjadi penulis andal, bisa mendaftarkan diri untuk melakukan konsultasi menulis gratis yang diadakan oleh penerbit Detak Pustaka. Jika kalian tertarik, silahkan klik link berikut ini: JASA KONSULTASI GRATIS.

WhatsApp
Facebook
Twitter
LinkedIn