4 Tantangan Menerbitkan Buku secara Self Publishing yang akan Kamu Hadapi

4 Tantangan Menerbitkan Buku secara Self Publishing yang akan Kamu Hadapi

Setelah sebelumnya saya sudah membahas kelebihan self publishing, sekarang saya akan membahas tantangan yang akan kamu hadapi jika menerbitkan buku secara self publishing. Kemampuan kamu dalam mengatasi permasalah atau tantangan ini akan diuji.

Apabila kamu berhasil melalui setiap tantangan ini dan menganggapnya sebagai sebuah proses yang menyenangkan maka akan ada buah manis yang bisa kamu peroleh. Dan perlu kamu ketahui pula bahwa setiap tantangan dan masalah pasti ada solusinya.

4 Tantangan Menerbitkan Buku secara Self Publishing yang akan Kamu Hadapi

Okay! Sekarang saatnya untuk membahas apa saja tantangan yang akan kamu hadapi jika menerbitkan buku secara self publishing. Tidak lupa juga akan saya bagikan tips untuk mengatasinya.

1. Tidak Adanya Tim Editor

Tantangan self publishing yang pertama terkait dengan tidak adanya tim editor dibelakanmu. Tim editor ini terdiri dari beberapa kategori, tim editor untuk naskah, cover, sampai dengan layout.

Apabila menggunakan penerbitan buku tradisional kamu akan mendapatkan tim editor profesional. Nah, hal ini membuat kamu melakukan banyak prosesnya sendiri. Dengan demikian ketelitian dan keterampilanmu pun diuji.

Nah, apabila kamu memiliki cukup modal atau budget untuk memudahkan aktivitasmu dalam menghasilkan buku berkualitas maka kamu bisa menggunakan jasa editor profesional. Tidak sulit untuk mencari editor profesional di zaman sekarang yang serba digital ini.

Salah satu penyedia jasa penunjang kegiatanmu menerbitkan buku salah satunya di sediakan oleh Detak Pustaka. Ada berbagai macam jasa yang bisa kamu gunakan, dan yang pasti mereka adalah profesional di bidangnya. Berikut beberapa list jasa yang bisa kamu gunakan untuk memudahkan kamu menerbitkan buku secara self publishing, yakni jasa:

2. Modal yang Cukup Besar

Seperti yang saya sebutkan di point pertama terkait dengan tim editor yang membantu menyempurnakan cerita maupun isi buku dan kelengkapan buku (layout dan cover atau sampul). Untuk bisa menggunakan jasa mereka maka kamu perlu menyiapkan dananya.

Tentu saja hal ini sangat berbeda apabila kamu menerbitkannya di penerbitan mayor di mana kamu tidak perlu mengeluarkan modal untuk memperoleh tim editor. Nah, oleh karena itu mulai sekarang kumpulan uang (menabung) agar kamu bisa menyewa jasa tim editor. Sehingga naskahmu jadi semakin sempurna dan kamu bisa segera menerbitkan buku secara self publishing.

3. Stigma Menjadi Tantangan Self Publishing

Pada umumnya, orang-orang itu masih kurang percaya dengan buku yang diterbitkan melalui penerbitan mandiri. Mereka masih meragukan kualitasnya.

Padahal, menurut saya buku yang diterbitkan di penerbitan mayor itu juga belum tentu kualitasnya bagus. Terutama dari segi isi atau cerita misalnya jika buku tersebut novel.

Sebab, tidak jarang pula saya menemukan kualitas cerita pada suatu novel yang diterbitkan di penerbitan mayor atau tradisional bisa dikatakan jelek. Sebenarnya kualitas buku tidak serta merta ditentukan oleh penerbit buku, tetapi juga dari penulisnya sendiri bagaimana mereka menciptakan buku tersebut. Jadi, tolong jangan berkecil hati dan merasa minder ketika kamu akan menerbitkan buku secara self publishing.

Nah, ada satu hal lagi yang menimbulkan sebuah stiga dari menerbitkan buku secara self publishing, yaitu terkait ISBN. Padahal walaupun kamu tidak menerbitkannya di penerbitan tradisional, kamu masih bisa lho mendapatkan ISBN. Caranya yaitu dengan menggunakan jasa pengurusan ISBN dari sebuah penerbitan.

Nah, sebagai rekomendasinya kamu bisa menggunakan jasa pengurusan ISBN dari Detak Pustaka. Detak Pustaka sebagai sebuah penerbitan sudah berpengalaman dalam mengurus ISBN. Untuk informasi lebih lanjut tentang jasa pengurusan ISBN dari Detak Pustaka, silakan klik di sini.

4. Proses Distribusi yang Sulit

Tantangan berikutnya apabila kamu menerbitkan buku secara self publishing yaitu proses distribusi yang sulit. Kami harus mengatur strategi sendiri dalam menjual buku, baik melalui media sosial maupun koneksimu dengan teman-temanmu. Kamu pun akan sulit menjualnya ke toko buku besar, lain halnya apabila kamu menerbitkan buku di penerbit mayor yang memang sudah memiliki jaringan distribusi (toko buku) yang luas.

Nah, itulah empat tantangan yang akan kamu hadapi apabila menerbitkan buku secara self publishing. Bagaimana? Apakah sulit?

Sebenarnya tidak ada proses yang mudah, baik di menerbitkan buku di penerbitan tradisional maupun self publishing. Di kedua jenis tersebut sama-sama memiliki plus minus-nya masing-masing. Jadi, tetaplah semangat untuk berjuang untuk bisa menerbitkan buku, ya apapun pilihan penerbitan yang kamu pilih.

Tinggalkan Komentar