
Sebagai salah satu unsur intrinsik, latar atau setting merupakan fondasi penting untuk mengembangkan alur cerita. Tanpa adanya latar yang jelas, alur cerita akan terasa kurang menyakinkan dan tokoh-tokoh di dalamnya seakan-akan tidak memiliki karakter yang pasti.
Pada umumnya, latar cerita pada karya fiksi memiliki fungsi sebagai tumpuan realistik maupun imajinatif yang sangat berguna bagi pembaca. Selain mendapatkan gambaran jalan cerita, latar juga bertujuan untuk membangun emosi pembaca yang sesuai dengan keinginan penulis.
Daftar isi
ToggleJenis-Jenis Latar Cerita pada Karya Fiksi Lengkap dengan Contohnya
Melalui artikel ini kita akan mempelajari jenis-jenis latar cerita atau setting pada tulisan fiksi beserta contohnya. Harapannya, setelah membaca informasi ini, teman-teman bisa menerapkan berbagai macam latar dan menciptakan karya sastra yang menarik sekaligus berkualitas. Agar semakin paham, yuk kita intip penjelasannya mulai dari pengertian latar cerita di bawah ini.
Apa itu Latar Cerita?
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), latar cerita adalah keterangan waktu, tempat, dan suasana maupun keadaan yang terdapat dalam karya sastra.
Artikel yang sesuai:
Sementara itu, Kusnadi, dkk berpendapat bahwa latar cerita merupakan latar tempat maupun latar waktu pada sebuah karya sastra yang berdampak pada inti cerita serta perumusan nilai-nilai yang ingin penulis sampaikan.
Apa Fungsi Latar Cerita?
Adapun beberapa fungsi dari latar cerita yang perlu kita ketahui yaitu:
- Membantu pembaca membayangkan situasi yang ada di dalam cerita secara jelas;
- Memancing emosi pembaca;
- Memperkuat karakterisasi tokoh (sifat, status sosial, tindakan, dan kebiasaan);
- Menjadi penyebab atau tempat berlangsungnya konflik;
- Menyampaikan pesan moral, kritik sosial, atau nilai-nilai tertentu.
Apa Saja Jenis Latar Cerita pada Karya Fiksi?
Berikut adalah 7 jenis latar cerita (setting) pada karya fiksi yang perlu kita pahami, yaitu:
1. Latar waktu
Latar waktu adalah penjelasan mengenai kapan suatu peristiwa terjadi. Jenis latar cerita ini biasanya penulis sampaikan lewat dua cara, secara eksplisit dan implisit.
- Latar waktu eksplisit: menyebutkan waktu secara detail dan jelas (jam atau tanggal secara pasti).
- Latar waktu implisit: menuturkan waktu secara tersirat tanpa menuliskan angka pasti (contoh, pada suatu hari atau ketika malam datang).
2. Latar tempat
Latar tempat berfungsi sebagai petunjuk lokasi di mana para tokoh melakukan kegiatan, percakapan, dan berlangsungnya peristiwa. Sama halnya dengan latar waktu, latar tempat juga terbagi menjadi dua macam, eksplisit dan implisit.
- Latar tempat eksplisit: nama lokasi ditulis dengan jelas.
- Latar tempat implisit: hanya berisi gambaran kondisi atau ciri-ciri suatu tempat.
3. Latar suasana
Latar cerita suasana merupakan deskripsi kondisi emosional para tokoh beserta perasaan atau situasi lingkungan di sekitarnya. Kebanyakan penulis tidak menjelaskan suasana secara langsung, tapi menyampaikannya melalui tindakan atau isyarat fisik tokoh-tokoh dalam cerita. Misalnya, sikap menunduk, termenung, senyum masam, atau tersenyum riang.
4. Latar belakang sosial
Latar belakang sosial adalah gambaran tentang kedudukan, peran, norma, ataupun kebiasaan dari lingkungan atau tempat tinggal tokoh. Lewat latar ini, pembaca dapat mengetahui serta memahami kondisi ekonomi, status keluarga, hingga perjuangan hidup tokoh utama dalam cerita.
5. Latar alat
Maksud dari latar cerita alat yaitu fokus pada barang-barang atau benda tertentu yang tokoh utama gunakan dalam kehidupan sehari-hari atau ketika menyelesaikan konflik. Peralatan tidak hanya sebagai pemanis, tapi aspek penting untuk memperkuat identitas serta kepribadian para tokoh. Dengan adanya benda-benda tersebut, pembaca dapat membayangkan cerita dengan lebih nyata.
6. Latar belakang
Latar belakang mempunyai fungsi untuk memberikan pemahaman kepada pembaca perihal faktor penyebab atau asal-usul terjadinya suatu konflik. Dengan latar ini, cerita akan memiliki alur yang lebih jelas dan menjawab pertanyaan mengapa suatu masalah bisa berdampak begitu besar. Selain membangun alur, latar belakang juga penulis rancang untuk menyimpan pesan moral dan pelajaran hidup yang bermanfaat bagi para pembaca.
7. Latar integral
Latar integral adalah perpaduan antara latar waktu dan latar tempat yang sangat berkaitan erat. Karena menentukan keseluruhan alur cerita, penulis tidak bisa mengubah waktu atau tempat seenaknya dan merusak logika cerita itu sendiri. Contohnya pada cerita berlatar era 1800-an, keterbatasan teknologi zaman dahulu—seperti berkirim pesan lewat surat dan berpergian menunggangi kuda—secara otomatis membentuk cara para tokoh berinteraksi dan menyelesaikan masalah.
Apa Contoh Latar Cerita pada Karya Fiksi?

Berikut adalah tabel yang berisi penjelasan singkat tentang contoh berbagai latar cerita yang terdapat dalam karya fiksi.
Jenis Latar | Kategori/Kondisi | Contoh |
| Latar belakang waktu | Eksplisit |
|
| Implisit |
| |
| Latar tempat | Eksplisit |
|
| Implisit | Rasanya, kakiku sudah tidak kuat lagi mendaki tapi keinginan untuk sampai ke atas lebih kuat. | |
| Latar suasana | Sedih | Andita tertunduk lesu hingga meneteskan air mata usai melihat jenazah Ayahnya. |
| Bahagia | Surya melangkah percaya diri dengan senyuman lebar saat Fanny menerima perasaannya. | |
| Latar belakang sosial | Keluarga sederhana | Agam harus berjuang untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya selepas kematian Ayahnya. |
| Keluarga kaya | Farah membeli bisa apa pun yang ia inginkan tanpa perlu memikirkan uang. | |
| Latar alat | Buku | Ibu menyuruh Anne meletakkan bukunya dan bersiap untuk pertemuan keluarga. |
| Pensil | Pensil di jemari Antoni tiba-tiba terlepas karena terkejut mendengar kabar lewat telepon. |
FAQ Seputar Jenis-Jenis Latar Cerita pada Karya Fiksi
Berikut adalah beberapa pertanyaan sekaligus jawaban yang berkaitan dengan berbagai jenis latar cerita pada karya fiksi.
Q1: Mengapa latar sosial sangat penting dalam fiksi sejarah?
Karena aturan, norma, dan nilai moral zaman dulu tidak sama dengan zaman sekarang. Latar belakang sosial bertujuan untuk memberikan gambaran logis mengapa seorang tokoh mengambil keputusan tertentu yang relevan dengan masanya.
Q2: Apakah lebih baik menjelaskan latar secara detail di awal atau bertahap?
Pembaca lebih suka penjelasan mengenai latar secara bertahap. Menulis deskripsi latar yang terlampau panjang di awal cerita menyebabkan pembaca cepat bosan dan kehilangan minat untuk menyelesaikan bacaan. Oleh sebab itu, penulis bisa menyelipkan detail latar di tengah adegan tokoh agar alur cerita tetap dinamis.
Q3: Apa kesalahan yang paling sering penulis pemula lakukan saat membuat latar?
Terlalu umum atau tidak menunjukkan detail secara spesifik sehingga tidak memiliki pengaruh terhadap emosi dan karakter tokoh maupun alur cerita.
Demikianlah, penjelasan mengenai pengertian, fungsi, jenis, dan contoh tujuh latar cerita yang terdapat dalam karya fiksi. Semoga setelah membaca keseluruhan artikel ini, wawasan dan pengetahuan teman-teman terkait salah satu unsur intrinsik ini semakin bertambah, ya! Tetap semangat dan selamat berkarya!






