Genre Karya Sastra yang Jarang Dibahas, Mana Favoritmu?

Genre Karya Sastra yang Jarang Dibahas, Mana Favoritmu

Membaca buku bukan hanya untuk menikmati kisah romantis atau petualangan fantasi yang sering kita temukan di rak terlaris. Jika kita cermati dengan saksama, karya sastra terutama novel tidak hanya memiliki dua genre populer tersebut, tapi ada banyak genre unik dan tidak biasa yang jarang dibahas.

Di samping memberikan hiburan baru, menjelajahi berbagai genre karya sastra yang belum banyak orang ketahui akan memperluas sudut pandang kita terkait bagaimana sebuah cerita bisa disampaikan. Dengan begitu, bahan bacaan kita menjadi lebih kaya dan beragam.

Genre Karya Sastra yang Jarang Dibahas, Mana Favoritmu?

Lewat artikel ini, kita akan berkenalan dengan lima genre fiksi pilihan yang menyuguhkan konsep dan alur cerita yang segar. Yuk, langsung saja kita intip deretan genre karya sastra yang wajib masuk ke dalam daftar bacaan selanjutnya!

Apa itu Karya Sastra?

Karya sastra merupakan ruang kreasi bagi penulis untuk menuangkan ide, perasaan, sampai kritik sosial lewat bahasa yang indah. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), karya sastra merupakan hasil sastra, baik yang berbentuk puisi, prosa, ataupun lakon (drama).

Tidak hanya memberikan kesenangan, karya sastra juga berfungsi sebagai pelajaran hidup, mengembangkan rasa empati, dan mengukuhkan nilai keindahan. Dengan kata lain, karya sastra bukan sekadar bentuk ekspresi penulis, namun juga sebagai media belajar yang efektif.

Apa Karakteristik Karya Sastra?

Beberapa karakteristik atau ciri khas karya sastra yang perlu kita pahami, antara lain yaitu:

  • Hasil kreativitas penulis.
  • Mengandung kosakata (diksi) yang indah dan tersusun rapi.
  • Berisi masalah hidup yang diungkapkan dengan cara yang menarik.
  • Mampu membangkitkan kesan kuat dan nilai sentimental pembaca.
  • Sebagai wadah untuk melepaskan emosi.
  • Menyajikan konflik yang menggugah perasaan.
  • Berkelanjutan dan memuat hubungan sebab-akibat.
  • Menunjukkan berbagai hal baru yang belum pernah penulis lain sampaikan hingga hal-hal yang dinilai tabu.

Apa Saja Genre Karya Sastra yang Jarang Dibahas?

Berikut adalah lima genre karya sastra yang jarang orang tahu keberadaannya.

1. Epistolary fiction

Epistolary fiction adalah genre karya sastra (novel) yang menyajikan alur cerita melalui pesan tertulis, seperti surat pribadi, surat elektronik (e-mail), atau buku harian tokoh utama. Dengan cara ini, penulis menajak pembaca untuk mengintip rahasia paling jujur dan mendalam sang tokoh. Hubungan yang terjalin pun terasa semakin erat karena cerita tersaji langsung dari sudut pandang pertama.

Contoh novel populer dari genre ini bisa kita lihat dalam novel klasik Dracula karya Bram Stoker dan novel modern karangan Stephen Chbosky The Perks of Being a Wallflower yang menyajikan kebimbingan masa remaja lewat surat-surat anonim. Genre ini sangat cocok untuk kalian yang menyukai narasi personal yang terasa intim dan realistis.

2. Climate fiction (cli-fi)

Climate Fiction atau disingkat Cli-Fi merupakan genre karya fiksi yang mengangkat topik perubahan iklim dan krisis lingkungan. Cerita di dalamnya menggambarkan skenario masa depan ketika bumi makin rusak akibat bencana alam atau perjuangan manusia bertahan hidup di masa krisis ekologi. Genre ini hadir untuk membuka kesadaran penikmat buku supaya lebih peduli terhadap kondisi dan masa depan bumi.

Salah satu karya climate fiction yang sangat populer di mata penggemar fiksi adalah The Ministry for the Future karya Kim Stanley Robinson yang mengisahkan upaya manusia dalam mengatasi pemanasan global. Untuk kalian yang peduli pada isu lingkungan dan sosial jenis bacaan ini sangatlah tepat.

3. Realisme magis (magical realism)

Genre Karya Sastra yang Jarang Dibahas, Mana Favoritmu

Realisme magis adalah genre novel yang memadukan kehidupan dunia nyata dan kejadian ajaib (supranatural) tanpa membutuhkan penjelasan ilmiah yang kompleks. Hal-hal yang tidak masuk akal tersebut dianggap biasa dan wajar oleh para tokoh di dalamnya. Genre ini sangat cocok bagi kalian suka membaca cerita fantasi tapi masih berkaitan dengan realitas sehari-hari.

Novel 100 Years of Solitude karya Gabriel Garcia Marquez menjadi contoh genre realisme magis terpopuler. Karya lain yang tidak kalah memikat adalah novel karangan Isabel Allende The House of the Spirits yang menceritakan sejarah keluarga dengan sentuhan mistis.

4. Metafiksi (metafiction)

Metafiksi merupakan genre karya sastra secara terbuka dan sadar menunjukkan kepada pembaca bahwa dirinya adalah cerita imajinatif atau karangan. Di dalam novel ini, karakter bisa menyadari bahwa mereka hanyalah tokoh dalam sebuah cerita atau narator yang tiba-tiba mengajak pembaca mengobrol secara langsung. Teknik eksperimental ini membuat pengalaman membaca kita terasa berbeda dan lebih interaktif karena berhasil merobohkan batasan antara dunia nyata dan dunia fiksi.

Genre ini sangat pas untuk teman-teman yang sedang mencari sensasi membaca tidak biasa dan penuh rahasia. If on a Winter’s Night a Traveler karya Italo Calvino adalah contoh novel metafiksi yang menjadikan pembacanya sebagai tokoh utama dalam cerita.

5. Sastra eksperimental (experimental literature)

Genre karya sastra yang jarang orang tahu yang terakhir adalah sastra eksperimental. Karya ini berani melanggar aturan atau kaidah penulisan sudah biasa penulis lain gunakan. Buku-buku genre ini bisa penulis susun tanpa menggunakan tanda baca sama sekali, menyerupai puisi visual, atau memiliki urutan bab yang bebas kita nikmati dari mana saja.

Salah satu contohnya dapat kita jumpai pada novel Tree of Codes karya Jonathan Safran Foer. Karya sastra ini penulis buat dengan cara memotong halaman buku lain sampai membentuk susunan teks baru.

FAQ Seputar Genre Karya Sastra yang Jarang Orang Bahas

Berikut adalah beberapa pertanyaan sekaligus jawaban yang berkaitan dengan genre atau jenis karya sastra terutama novel yang jarang orang bicarakan.

Q1: Apa manfaat membaca karya sastra terutama novel?

Membaca karya sastra seperti novel memberikan berbagai manfaat, antara lain yaitu:

  • Mengasah kepekaan emosi dengan cara memahami sudut pandang tokoh di dalamnya.
  • Memperkaya kosakata dan keterampilan berbahasa.
  • Meningkatkan konsentrasi dan daya ingat.
  • Memperluas wawasan terkait budaya dan sejarah.
  • Meningkatkan kemampuan berpikir kritis.

Q2: Apa perbedaan genre Magical Realism dengan Urban Fantasy?

Magical Realism adalah genre yang menyajikan elemen ajaib di dunia nyata dan para tokohnya menganggapnya sebagai hal yang tanpa perlu penjelasan panjang lebar. Sementara itu, Urban Fantasy merupakan keajaiban yang hadir di tengah-tengah perkotaan modern, namun disembunyikan dari publik atau mempunyai aturan sihir tersendiri.

Q3: Apakah sebuah genre bisa terlahir karena strategi pemasaran penerbit?

Ya, beberapa genre muncul bukan berdasarkan teori sastra, melainkan dari kebutuhan tim marketing buku untuk mengelompokkan pembaca. Misalnya, pada tahun 2010, genre climate fiction (cli-fi) sengaja jurnalis dan penerbit populerkan untuk kebutuhan kategorisasi novel bertema perubahan iklim.

Nah, itulah, penjelasan lengkap mengenai genre karya sastra yang jarang dibahas atau bahkan pecinta fiksi tidak mengetahuai keberadaannya. Semoga setelah membaca artikel ini, wawasan dan pengetahuan teman-teman terkait dunia literasi semakin meningkat, ya!

Mungkin salah satu satu dari kelima genre di atas bisa menjadi pilihan bacaan kalian selanjutkan. Tidak hanya itu, siapa tahu isi artikel ini juga bisa menginspirasi untuk menciptakan karya tulis baru yang tidak kalah unik dan menarik.

WhatsApp
Facebook
Twitter
LinkedIn