Tips Wawancara untuk Memperoleh Data Menulis Feature

Tips Wawancara untuk Memperoleh Data Menulis Feature

Pada artikel sebelumnya kami sudah membahas proses penulisan feature dan teknik pengumpulan data feature. Salah satu cara dalam mengumpulkan data adalah dengan melakukan wawancara. Khususnya apabila kamu menulis feature jenis profil maka wawancara menjadi suatu hal yang harus dilakukan.

Melalui wawancara kamu akan memperoleh informasi yang kredibel. Di mana kredibilitas ini akan bergantung pada siapa narasumbernya. Untuk itu pastikan narasumber yang kamu pilih telah tepat sesuai dengan jenis feature dan angle penulisanmu.

Tips Wawancara untuk Memperoleh Data Menulis Feature

Pada artikel kali ini kami akan membahas tips wawancara untuk memperoleh data menulis feature. Artikel ini cocok untuk pelajar atau mahasiswa yang sedang belajar tentang wawancara atau kamu wartawan baru juga bisa membacanya. Artikel ini juga cocok untuk kamu yang sedang mengikuti lomba menulis feature.

Tips yang kami bahas ini adalah gambaran umumnya. Kami telah menganggap bahwa kamu sudah punya topik akan menulis feature tentang apa, angle penulisan yang seperti apa, dan siapa narasumbernya.

Tips pertama: pada saat pra-wawancara

Tips yang pertama adalah tahapan yang perlu kamu lakukan pada saat sebelum proses wawancara berlangsung. Ada beberapa tips yang bisa kamu terapkan, yaitu:

1. Cari tahu latar belakang narasumber

Dengan tahu latar belakang dari narasumber akan membantu proses wawancara lebih lancar. Mengapa demikian? Kamu jadi sedikit tahu bagaimana karakter orang tersebut.

Misalnya apakah orang tersebut pendiam atau suka banyak bicara. Hal-hal yang disukainya, misalnya wawancara di tempat terbuka seperti kafe atau lebih suka di rumah. Cara untuk mengetahui latar belakang narasumber itu beraneka ragam.

Semisal narasumber tersebut adalah tokoh publik maka proses mencari latar belakangnya lebih mudah yaitu melalui internet. Lalu bagaimana jika mereka bukan tokoh publik? Kamu bisa mencari tahu melalui kegiatannya sehari-hari atau tetangganya sebelum kegiatan wawancara berlangsung.

2. Siapakan daftar pertanyaan

Sebaiknya siapkan daftar wawancara jauh-jauh hari sebelum proses wawancara berlangsung. Dengan demikian kamu tidak kebingungan akan mengajukan pertanyaan apa.

Narasumber tentu saja memiliki waktu yang terbatas pada saat proses wawancara. Dengan kamu mempersiapkan daftar pertanyaan maka proses wawancara akan lebih fokus. Sehingga tidak terbuang sia-sia waktu yang telah diberikan oleh narasumber.

Dengan persiapan jauh hari sebelumnya juga akan membuat kamu fokus dalam memilih pertanyaan yang akan ditanyakan. Maksudnya adalah bukan sembarangan pertanyaan yang kamu ajukan, tapi pertanyaan yang sudah relevan dengan topik yang diangkat.

3. Pastikan telah meminta izin dan membuat janji

Tips ini juga penting untuk kamu lakukan, jangan sampai kamu datang dadakan. Selain mengganggu kegiatan narasumber, juga berakibat tidak matangnya data yang kamu peroleh.

4. Siapkan alat mencatat dan merekam

Jangan datang dengan tangan kosong, kemampuan otak kita mungkin tidak sehebat itu untuk menampung dan mengingat setiap ucapan narasumber. Maka dari itu pastika alat pencatat dan perekam sudah siap ya!

Tips kedua: terkait sikap diri

Bertemu dengan orang lain tentu saja kita harus bisa bersikap baik. Terlihat baik bukan berarti harus memakai pakaian mewah, tapi cukup dengan menjaga sikap dan berpakaian santun.

Melansir buku Teknik Penulisan Feature karya Arifin S. Harahap di bawah ini adalah contoh sikap diri yang harus kamu terapkan ketika proses mewawancarai narasumber:

  1. Berbusana santun
  2.  Datang tepat waktu
  3. Memperkenalkan diri terlebih dahulu
  4. Bersikap rendah hati atau tidak merasa paling unggul dan menganggap narasumber lebih rendah atau bodoh
  5. Jadilah pendengar yang baik
  6. Jangan menyela ketika narasumber sedang berbicara
  7. Jadilah teman bicara yang baik
  8. Meminta ulang jawaban dengan santun bila kurang jelas
  9. Hormati keterangan yang tak boleh dipublikasi
  10. Hargai waktu narasumber
  11. Ucapankan terima kasih jika proses wawancara telah berakhir

Tips ketiga: Terkait dengan pertanyaan yang akan diajukan

1. Ajukan pertanyaan ringan terlebih dahulu

Mulailah wawancara dengan pertanyaan ringan saja. Seperti menyapanya, menanyakan kabarnya. Jika dirasa telah akrab kamu bisa mengajukan pertanyaan yang lebih mendetail terkait dengan topik yang akan kamu tulis.

2. Pertanyaan jangan interogatif

Sebaiknya kamu perlu menghindari pertanyaan tertutup atau interogatif yang akan menghasilkan jawaban “Ya” atau ‘Tidak” saja. Kamu perlu mengajukan pertanyaan terbuka, yang akan menghasilkan jawaban berbentuk pemaparan.

Semisal daripada bertanya “Apakah kamu takut?” lebih baik pertanyaannya, “Bagaimana perasaan anda saat menghadapi peristiwa tersebut?”

3. Ajukan pertanyaan baru dari jawabannya

Dengan cara tersebut maka data yang kamu miliki akan semakin banyak. Kamu pun boleh mengulang pertanyaan jika tidak mendapatkan jawaban yang lengkap. Karena lebih baik memiliki banyak kutipan untuk dipilih daripada terlalu sedikit untuk dikerjakan.

4. Jangan tampil sebagai jurnalis

Melansir Writers Digest, pujian terbaik dari proses wawancara adalah jika narasumber merasa berbincang denganmu seperti tidak sedang berlangsung proses wawancara antara narasumber-wartawan. Yang berarti narasumber merasakan kenyamanan saat berbincang denganmu. Salah satu cara agar bisa mewujudkan suasana yang demikian adalah dengan bersikap rendah hati dan penuh perhatian.

Tips keempat: terkait dengan pengambilan data

Agar lebih maksimal berikut adalah tips proses wawancara untuk memperoleh data feature:

1. Jangan terlalu sering membaca daftar pertanyaan

Salah satu fungsi dari mempersiapkan daftar pertanyaan jauh-jauh hari salah satunya adalah kita hafal dan paham akan pertanyaan yang akan kita ajukan. Sehingga kita tidak terlalu sering melihat dan membaca daftar pertanyaan. Karena, jika kita sering melihatnya akan memberi kesan kita kurang siap dan pandai.

2. Catatlah poin penting

Kamu perlu mencatat poin pentingnya saja ya, tidak setiap ucapan yang dikeluarkan narasumber kamu tulis. Selain kamu akan kewalahan, narasumber juga akan merasa kurang enak hati. Jadi catatlah poin pentingnya saja, dan jika nanti kamu perlu menulis kutipan dari narasumber tinggal memutar rekaman yang kamu rekam menggunakan alat perekam.

3. Periksa data yang diperoleh

Pastikan tidak ada data penting yang terlewatkan. Periksa data yang sudah terkumpul dengan santai sambil berbicara ringan dengan narasumber.

Apabila kamu menemukan data yang kurang, jangan ragu untuk kembali mengajukan pertanyaan. Karena lebih baik kamu memiliki bahan atau data untuk menulis daripada kekurangan data untuk menulis.

Nah, itu dia beberapa tips yang bisa kamu gunakan ketika wawancara guna menulis feature. Semoga bisa memberi manfaat!

Tinggalkan Komentar