Waw! Kumpulan Puisi Tentang Cinta Jalaluddin Rumi

Pada artikel kali ini saya akan menuliskan tentang sebuah karya sastra yang sudah tidak asing kita dengar yaitu kumpulan puisi karya dari seorang penyair dan juga sufi terkenal. Penyair itu adalah Maulana Jalaluddin Rumi Muhammad Bin Hasin al Khattabi al-Bakri atau sering dipanggil dengan Jalaluddin Rumi. Kalau kamu masih bingung dengan penyair yang satu ini berikut saya akan sedikit memberikan biografinya.

Seorang Jalaluddin Rumi Muhammad atau Jalaluddin Rumi adalah penyair yang lahir di Balkh (sekarang adalah wilayah Afghanistan). Orang tua nya adalah warga Persia dan Penutur asli bahasa Persia. Ibunya adalah Mumina Khatun, sedangkah ayahnya Bernama Bahaduddin Walad, yang ahli hukum dan juga ahli ilmu kebatinan. Ketika Rumi lahir, ayahnya adalah seorang guru atau pengajar.

Kumpulan puisi Rumi yang terkenal yaitu bernama Al- Matsnawi al-Maknawi konon adalah sebuah revolusi terhadap ilmu yang kalam, isinya yaitu tentang kritikan terhadap langkah dan arahan filsafat yang cenderung melampaui batas, dan bisa mengebiri perasaan. Saya tertarik dengan penyair ini karena beliau selalu menyampaikan bahwa tuhan adalah satu-satunya tujuan, dan tidak ada yang menyamainya.

Waw! Kumpulan Puisi Tentang Cinta Jalaluddin Rumi

Langsung saja berikut ini beberapa deretan baitnya :

Perih cinta

Perih cinta inilah yang membuka tabir hasrat pencinta
Tiada penyakit yang dapat menyamai dukacita hati ini
Cinta adalah sebuah penyakit karena berpisah isyarat
Dan astrolabium rahasia-rahasia Ilahi
Apakah dari jamur langit ataupun jamur bumi

Cintalah yang membimbing kita ke sana pada akhirnya
Akal kan sia-sia bahkan menggelepar tuk menerangkan cinta
Bagai keledai dalam lumpur: cinta dalah sanga penerang cinta itu sendiri
Bukanlah matahri yang mengatakan dirinya matahari?
Perhatikanlah ia! Seluruh bukit yang kau cari ada di sana

Menyatu Dalam Cinta

Berpisah dari layla, Majnun jatuh sakit, badan semakin lemah
, sementara suhu badan semakin tinggi. Para tabib menyarankan bedah.
“sebagian darah dia dikeluarkan sehingga suhu badan menurun” Majnun menolak,
“ jangan , jangan melakukan bedah terhadap saya. “ para tabib pun bingung

“kamu takut? Padahal selama ini kamu masuk keluar hutan seorang diri.
Tidak takut menjadi mangsa macam, tuyul, atau binatan buas.
Lalu kenapa takut sama pisau bedah?

“ tidak bukan pisau bedah yang kutakuti, “ jawab Majnun,
Lalu apa yang kau takuti?” jangan-jangan pisau bedah itu menyakiti Layla

“menyakiti Layla? Mana Bisa? Yang dibedah itu badanmu. “ justru itu “
Layla berada didalam setiap bagian tubuhku. Mereka yang berjiwa cerah
Tak akan melihat perbedan antara aku dan Layla.”

Pernyataan Cinta

Bila tak kunyatakan keindahanmu dalam kata
Kusimpan kasihmu dalam dada
Bila kucium harum mawar tanpa cinta- Mu
Segera saja bagai duri bakarlah aku

Meskipun aku diam tenang bagai ikan,
Tapi aku gelisah pula bagai ombak dalam lautan
Kau yang menutup rapat bibirku,
Tariklah misaiku ke dekat-Mu

Apakah maksud-Mu?
Mana kutahu?
Aku hanya tahu bahwa aku siap dalam iringan ini selalu
Kukunyah lagi mamahan kepedihan mengenangmu,
Bagai unta menahan biak makanannya,
Dan bagai unta yang geram mulutku berbusa

Meskipun aku tinggal tersembunya dan tidak bicara
Di hadirat kasih aku jelas dan nyata
Aku bagai benih dibawah tanah
Aku menanti tanda musim semi
Hingga tanpa nafasku sendiri aku dapat bernafas wangi
Dan tanpa kepalaku sendiri aku dapat membelai kepala lagi

Tanpa Cinta, Segala Tak Bernilai

Jika engkau buka seorang pencinta ,
Maka jangan pandangan hidup adalah hidup
Sebab tanpa cinta, segala perbuatan tidak akan dihitung
Pada hari perhitungan nanti setipa waktu yang berlalu tanpa cinta
Akan menjelma menjadi wajah yang memalukan dihadapinya

Burung-burung kesedaran teah turun dari langit
Dan terikat pada bumi sepanjang dua atau tiga hari
Mereka merupakan bintang-bintang di langit

Agama yang dikirim dari langit ke bumi
Demikian pentingnya penyatuan dengan Allah
Dan betapa menderitanya keterpisahan denganNya

Wahai angin, buatlah tarian ranting-ranting
Dalam zikir hari yang kau gerakkan dari persatuan
Lihatlah pepohonan ini ! semuanya gembira
Bagaikan sekumpulan kebahagiaan

Tetapi wahai bunga ungu, mengapakah engkau larut dalam kepedihan ?
Sang lili berbisik pada kuncup :
“matamu yang menguncup akan segera mekar. Sebab engkau telah merasakan
Bagaimana nikmatnya kebaikan.”

Dimanapun, jalan untuk mencapai kesucian hati
Hingga dia kan smapai pada jawaban
“ Ya” dalam pertanyaan:
“ Bukankah Aku ini Rabbmu?”

Nah itu tadi beberapa kumpulan bait hasil karya sang penyair hebat kita Rumi. Bagaimana menarikkan dengan gaya bahasanya yang mampu membiaus kita ikut kedalam alunan puisinya. Bnayak pengemar sastrawan yang mengagumi hasil karyanya. Jadi kamu tidak rugi membaca arikel ini sebab dengan ini kamu sudah membaca karya penyair terkenal pada zaman dahulu sebelum kamu lahir.

Sebenarnya masih banyak lagi kamu bisa dapatkan di berbagai situs ataupun buku tentunya dengan cara membeli buku di toko terdekat. Semoga dengan adanya artikel ini dapat memberikan inspirasi untuk kamu yang memiliki bakat penyair. Dan tetap semangat dengan segala situasi apapun, karena kita didunia ditakdirkan untuk terus memperbaiki diri.

Baca Juga :
Kumpulan Puisi menyayat hati

Btw, kamu juga bisa membaca arikel meraik lainnya disini.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *