Mengenal Tujuan Eksternal dan Internal dari Tokoh Novel

Mengenal Tujuan Eksternal dan Internal dari Tokoh Novel

Tujuan eksternal dan internal dari tokoh novel yang kamu tulis penting untuk kamu ketahui. Sebelumnya kami telah menguraikan terkait menciptakan tokoh protagonis novel yang layak untuk diceritakan, bukan? Kamu bisa membacanya di sini. Salah satu caranya adalah dengan membuat tokoh novel tersebut memiliki keinginan yang sangat ingin dicapainya.

Mengenal Tujuan Eksternal dan Internal dari Tokoh Novel

Perlu kamu tahu bahwa apabila kita mempelajarinya lebih lanjut, keinginan yang ingin dicapai atau tujuan tokoh novel itu ada dua. Yaitu tujuan internal dan eksternal. Lebih jelas mengenai kedua tujuan tokoh novel tersebut, silahkan menyimaknya pada pembahasan di bawah ini.

Tujuan Eksternal

Tujuan eksternal dari tokoh novel adalah tujuan yang dapat dilihat secara langsung (bisa melalui adegan di novel atau ucapan tokoh). Dilihat oleh siapa? Dilihat oleh penulis, pembaca, dan diketahui oleh tokohnya itu sendiri.

Artinya tokoh novel tersebut menyadari akan keinginan atau tujuan yang ingin dicapainya tersebut. Tujuan eksternal ini lebih kepada apa yang diinginkan oleh tokoh. Melansir buku Save the Cat! Writer’s a Novel karya Jessica Brody, tujuan eksternal merupakan integral dari apa yang disebut dengan Cerita A. Melalui tujuan eksternal tersebut terciptalah cerita eksternal.

Cerita A merupakan cerita eksternal dari novel yang terjadi di permukaan. Dan apa yang terjadi di permukaan baru separuh dari cerita keseluruhan novel. Contoh dari cerita eksternal, misalnya:

  1. Beradu argumentasi antara tokoh protagonis dengan tokoh lainnya
  2. Adegan mendaki gunung
  3. Adegan dihukum ustad di pondok
  4. Dan lain sebagainya

Tujuan Internal

Jika tujuan eksternal membentuk cerita eksternal, maka tujuan internal akan membentuk sebuah cerita internal. Tujuan internal ini terkadang tersampaikan secara tersirat. Bahkan ada kondisi di mana sang tokoh belum menyadari apa tujuan internalnya, sampai pada suatu titik tertentu dia baru menyadarinya.

Pembaca pun demikian, akan tahu apa sebenarnya tujuan internal tokoh ketika dalam proses membaca atau pada saat akhir cerita. Namun lain halnya dengan penulis, penulis harus tahu apa tujuan internal dari tokoh, khususnya tokoh protagonis di novel dari awal proses penulisan novel.

Tujuan internal ini akan membentuk Cerita B. Cerita B terkait sangat rumit, terkait dengan apa yang sebenarnya harus dipelajari oleh si tokoh novel untuk mencapai suatu hal. Bagaimana dia mengubah hidupnya, bagaimana transformasi mereka menjadi tokoh novel yang layak untuk diceritakan.

Fokus pada kata “sebenarnya”, maksudnya adalah apa yang sejatinya dibutuhkan oleh si tokoh. Jadi tujuan internal itu lebih terkait dengan kebutuhan sejati yang diperlukan oleh tokoh novelmu, terutama tokoh protagonis. Dan perlu kamu tahu bahwa, jiwa sejati sebuah novel berada pada kebutuhan tersebut atau tujuan internalnya tokoh novel terutama tokoh protagonisnya.

Tujuan internal juga bisa disebut dengan pelajaran hidup. Artinya, jika kita memeras inti sebuah novel kita akan tahu apa inti atau pesan yang ingin disampaikan oleh novel tersebut, melalui tokoh novel yang layak diceritakan. Pelajaran hidup tersebut, misalnya terkait dengan:

  1. Pengampunan: kepada diri sendiri
  2. Cinta: Cinta kepada diri sendiri, cinta dua sejoli, cinta keluarga
  3. Penerimaan: menerima keadaan
  4. Keyakinan: keyakinan pada diri sendiri
  5. Dan lain sebagainya

Kesimpulan

Intinya adalah tujuan eksternal adalah apa yang nampak di permukaan novel. Yang dapat kita lihat secara langsung, biasanya berupa keinginan yang ingin dilakukan oleh si tokoh. Wujudnya berupa sebuah keinginan.

Sedangkan tujuan internal adalah hikmah atau amanat atau pesan yang sesungguhnya ingin disampaikan oleh penulis. Hikmah yang bisa dipelajari oleh tokoh tersebut, dan juga pembacanya dari proses transformasi si tokoh untuk mencapai sebuah tujuan.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *