Yuk Belajar Jadi Script Writer yang Andal!

Yuk Belajar Jadi Script Writer yang Andal!

Penulis skenario atau script writer adalah seorang penulis yang memiliki kemampuan menulis skenario untuk media massa. Contohnya penulis naskah film, iklan, komik, video game, video youtube, radio, dan acara yang tayang di televisi. Jika kamu gemar menulis, tak ada salahnya juga mencoba satu profesi ini.

Yuk Belajar Jadi Script Writer yang Andal!

Meskipun kegiatannya sama-sama menulis, penulis novel dengan penulis skrip atau skenario jelas berbeda. Penulis skenario harus menulis hal-hal yang terlihat. Sedangkan penulis novel, harus membuat tulisan yang bisa membuat pembaca ikut merasakan.

Menjadi script writer harus bisa menerapkan format screenplay pada naskahnya, agar bisa menceritakan atau mengekspresikan cerita dalam naskah secara visual. Format skenario pada umumnya yakni berukuran kertas 8,5 x 11 (Letter), panjang tulisan 60 baris per lembarnya, pada nomor scene memiliki margin kiri 1,0 dan margin kanan 7,4, serta margin atas dan bawah masing-masing 0,5. Menggunakan jenis font courier atau prestige pica, berukuran 12.

Pada judul adegan memiliki jarak 1,7 dari kiri dan kanan 1,1. Scene heading ini berisikan nomor urutan scene (1), penggunaan ruang interior (INT) dan Eksterior (EXT), lokasi adegan (Rumah Ninik), Waktu adegan (Malam). Penulisan ini biasanya menggunakan huruf kapital. Penulisan nama karakter harus menggunakan huruf besar, memiliki margin kiri 4,1 tepat berada di bawah scene heading.

Format dialog pada penulisan skenario biasanya memiliki margin kiri 2,7 dan margin kanan 2,4, letaknya di bawah nama karakter. Pemakaian tanda kurung dalam dialog memiliki margin kiri 3,4 dan margin kanan 3,1. Tanda kurung berfungsi untuk menyisipkan perasaan seperti emosi sedih, menangis, tersenyum, tertawa, dsan lain sebagainya.

Pada skenario tentu ada adegan transisi, yang berfungsi sebagai peralihan scene 1 ke scene lainnya. Scene transisi biasanya ditulis seperti CUT TO, FADE OUT, dan lain sebagainya. Ditulis dengan margin 6,0 di sebelah kanan, apabila FIDE IN maka ditulis di sebelah kiri. Jika ingin cepat, ada juga aplikasi yang langsung membantumu untuk menulis naskah, bernama writer duet.

Kamu bisa sesuaikan dengan struktur ini (Act Story Structure) :

  1. Babak pertama, buat alurnya mulai dari perkenalan (contohnya seperti perkenalan nama tokoh), lalu tambahkan kejadian pemicu terjadinya konflik
  2. babak kedua, buat runtutan aksi kejadian konflik tersebut hingga menuju puncak konflik
  3. babak ketiga, ketika sudah menginjak pada puncak konflik buat ceritamu hingga penyelesaian konflik.

Penyusunan naskah

Pada tahap ini tentu diawali dengan ide cerita. Ide cerita biasanya muncul dari pengalaman-pengalaman si penulis, membaca dongeng dan fabel, cerita rakyat, sejarah, pernah melakukan observasi dan eksperimen, serta mengamati karya orang lain. Munculnya ide terkadang tidak langsung sampai pada tahap penyelesaian konflik, melainkan hanya inti cerita yang akan dituangkan dalam skrip.

Tahap selanjutnya yakni meriset, mencari sumber-sumber yang valid terkait data apa yang telah penulis cantumkan, agar naskah tersebut tidak asal. Setelah itu pembentukan premis, yang mengandung karakter beserta atributnya (biasanya belum ada nama karakternya), aksi atau tindakan, dan menggambarkan bagaimana situasinya.

Premis sendiri adalah gambaran umum mengenai cerita, agar pembaca tertarik dengan cerita. Tahap berikutnya membuat sinopsis pendek, caranya dengan menulis satu kalimat premis, lalu pecah menjadi 3 kalimat lagi (kalimat turunan). Penyusunan selanjutnya yakni pembuatan sinopsis panjang, dengan cara memasukkan setiap detil yang ada pada kalimat sinopsis pendek.

Bisa kamu mulai dengan menjabarkan 3 kalimat sinopsis pendek menjadi 3 paragraf. Masing-masing kalimat tersebut, bisa menjadi topic sentence (kalimat pertama dan utama yang akan mengidentifikasi isi paragraf). Berikutnya adalah tahap treatment, dari 3 kalimat tersebut menjadi cerita pendek yang terdiri dari beberapa paragraf. Jika semua tahap sudah selesai, selanjutnya buat dalam bentuk naskah.

Artikel ini telah membahas format pengetikan naskah, struktur alur cerita, hingga cara penyusunan naskah. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *