Mengenal Pengertian, Kegunaan, dan Tips Proofreading

Mengenal Pengertian, Kegunaan, dan Tips Proofreading

Proofreading adalah aktivitas pemeriksaan kesalahan dalam teks dengan cermat sebelum melakukan publikasi. Pada bagian ini kamu dapat memperbaiki kesalahan ejaan, tanda baca, typo, kesalahan format, dan lainnya. Tahapan ini biasanya menjadi tahap paling akhir dalam proses menulis.

Mengenal Pengertian, Kegunaan, dan Tips Proofreading

Proofreading berbeda dengan editing. Editing adalah tahap yang dilakukan untuk melakukan revisi atau perubahan secara besar pada konten, bahasa, dan struktur cerita. Namun, proofreading hanya berfokus pada kesalahan kecil dan inkonsistensi yang dilakukan penulis. Oleh karena itu proofreading lebih mudah dilakukan dari pada editing. 

Seseorang yang melakukan pekerjaan ini disebut dengan proofreader. Sebagai proofreader beliau harus memiliki ketelitian tinggi, kesabaran, dan ketekunan dalam menjalankan pekerjaannya. Seseorang yang ceroboh dan tidak menyukai hal yang rumit tidak cocok dengan pekerjaan ini. 

Dalam melakukan proofreading kamu perlu melakukan beberapa tips sehingga kamu dapat menghasilkan karya yang bagus dan menarik. Berikut ini tips yang dapat kamu lakukan, antara lain :

1. Memberikan garis bawah pada poin yang salah

Saat melakukan proofreading alangkah baiknya jika kamu menandai poin kesalahan dengan menggunakan garis bawah. Hal ini bertujuan agar kamu lebih mudah mengoreksi dan melihat perubahannya.

Jika kamu menggunakan software microsoft word maka kamu dapat mengaktifkan fitur underline. Fitur ini akan membantu kamu dalam hal kesalahan tanda baca, spasi yang berlebih, dan menandai paragraf mana yang sudah atau belum dikoreksi.

2. Jangan melakukan proses penulisan dan proofreading secara bersamaan

Kamu perlu menyelesaikan proses penulisan naskah terlebih dahulu sebelum melakukan proofreading. Sebab melakukan keduanya di waktu bersamaan akan menguras tenaga dan membuang waktu. Proofreading sebaiknya dilakukan saat otak mampu berkonsentrasi dengan baik tanpa adanya ganggu lain.

3. Membaca naskah berulang kali

Teknik selanjutnya yang dapat kamu lakukan adalah membaca naskah berulang kali. Sebab mayoritas orang melakukan pemeriksaan melalui berbagai porsi tahapan. Seperti contohnya pengecekan pertama mengenai ejaan, maka ia akan memeriksa ejaan saja tanpa melihat faktor kesalahan lainya. Begitupun seterusnya. 

Dengan melakukan teknik ini kamu dapat lebih terarah dalam mengoreksi naskahmu. Teknik ini membutuhkan banyak waktu karena harus membaca naskah berulang kali.

4. Mengetahui kesalahan penulisan yang sering kamu lakukan

Akan lebih baik kalau kamu sudah mengetahui letak kesalahan umum yang biasanya kamu lakukan dalam proses menulis. Kesalahan umum yang biasa dilakukan penulis adalah salah menggunakan tanda koma dan titik, membuat kesalahan ejaan, dan huruf kapital. Dengan mengetahui kesalahan tersebut kamu akan lebih mudah mengidentifikasi dan memperbaikinya.

5. Minta bantuan kepada orang lain

Manusia adalah makhluk sosial yang selalu membutuhkan orang lain dalam melakukan semua aktivitasnya. Sama halnya dalam melakukan proofreading kamu perlu meminta bantuan orang lain untuk kembali mengecek apakah sudah tidak ada kesalahan lagi. 

6. Menggunakan jasa proofreading

Seseorang yang pekerjaan melakukan proofreading disebut dengan proofreader. Mereka hadir untuk membantu penulis dalam mengedit naskahnya. Bagi kamu yang masih ragu dengan kemampuan dalam merevisi karya dapat menggunakan jasa ini.

Ada dua opsi yang dapat kamu lakukan saat menggunakan jasa ini, yaitu dengan menyewa proofreader lepas atau mengirimkan dokumen milikmu ke pihak proofreader. Dengan menggunakan jasa ini kamu akan lebih yakin bahwa karyamu sudah lolos dari kata baik.

Nah, sekian dulu informasi yang dapat saya sampaikan mengenai pengertian, kegunaan, dan tips proofreading. Semoga informasi di atas dapat menambah wawasan kamu mengenai bidang kepenulisan.

Apakah kamu sudah melakukan proofreading?

Semangat terus dalam berkarya!

Tinggalkan Komentar