Pengertian ISBN, Struktur, dan Fungsinya dalam Ilmu Kepenulisan

Pengertian ISBN, Struktur, dan Fungsinya dalam Ilmu Kepenulisan

Pengertian ISBN, struktur dan fungsinya dalam ilmu kepenulisan. Bagi kalangan penulis, sudah tidak asing lagi mengenai ISBN. Namun faktanya, tidak semua penulis mengerti makna maupun pengertian dari sebuah kata ISBN itu sendiri.

Dalam sebuah wadah penerbitan, karya yang kamu buat tidak luput dari uji ISBN yang mengikat karya tulismu. Lantas, apa pengertian ISBN dalam Ilmu Kepenulisan?.

Pengertian ISBN, Struktur, dan Fungsinya dalam Ilmu Kepenulisan

Berikut kami memaparkan beberapa hal terkait dengan ISBN. Mulai dari definisi, struktur, sampai dengan fungsinya.

Pengertian ISBN

Barangkali sudah banyak penulis maupun seorang pemula mengetahui apa pengertian ISBN. ISBN sendiri merupakan kepanjangan dari International Standard Book Number, lebih akrab juga dengan sebutan angka standar buku internasional. Biasanya, nomor ini tercantum pada buku yang telah terbit.

Untuk lebih sederhananya, bahwa ISBN adalah bentuk identitas sebuah buku yang telah beredar pada masyarakat. Mengapa hanya berlaku pada satu buku? Karena dalam satu nomor ISBN hanya untuk satu judul buku saja.

Struktur ISBN

Setelah mengetahui pengertian ISBN, selanjutnya kami akan membahas strukturnya. Struktur ISBN terdiri dari lima komponen yaitu:

1. Prefix identifier

Dalam struktur ISBN, masing-masing nomor mempunyai makna tersendiri dan merupakan identifikasi unik untuk setiap buku. Contoh ISBN : 978-602-8519-93-9
Struktur pertama dalam ISBN ialah memiliki Angka pengenal produk terbitan buku dari EAN atau Prefix Identifier.

Indonesia sendiri menggunakan prefix identifier yang umumnya menggunakan nomor 978. Pada awalnya prefix identifier memiliki 10 digit angka, namun pada tahun penomoran ISBN mengalami perubahan pada Januari 2007, yaitu adanya penambahan 3 digit di awal nomor dengan angka 978, sehingga total menjadi 13 digit.

2. Kode negara asal atau kode bahasa

Struktur kedua mengenai struktur ISBN ialah memiliki Kode Negara asal atau ada yang menyebutnya Kode Bahasa. Pada bagian ini kita dapat mengetahui negara asal dari suatu buku yang  telah terbit. Melalui kode ini juga, kita dapat mengetahui siapa penerbit yang telah menerbitkan suatu buku keluar negeri atau di dalam negeri.

Struktur kode bahasa terletak setelah prefix identifier, bila buku tersebut tetap menjadi produksinya Indonesia sendiri maka kode negara atau kode bahasa menggunakan angka 602 seperti yang sudah tercantum dalam contoh ISBN. Khusus untuk Indonesia memiliki 2 kode negara, yaitu 979 dan 602.

3. Kode penerbit

Pada bagian ini, tentu saja kamu sudah mengetahui pada bagian mana kode penerbit itu? Ya, kode penerbit terletak setelah kode asal negara . Pada contoh angka yang menunjukkan kode penerbit ialah pada angka 8519. Kode penerbit setiap buku berbeda-beda. Istilah kode penerbit inilah yang disebut dengan publisher prefix dalam kode ISBN.

4. Kode identitas Terbitan

Jika kamu bertanya-tanya, tahun berapa suatu buku dapat terbit, maka pada bagian inilah jawabannya. Kode Identitas terbitan berguna untuk mengetahui kapan tahun terbit dari suatu buku.

Kode identitas terbitan terletak setelah kode penerbit. Sesuai contoh ISBN diatas 2 digit angka yaitu 93 merupakan kode identitas terbitan ISBN suatu buku. Pada bagian inilah identitas suatu buku tercantum dalam sebuah kode angka. Cukup dengan kamu memindai barkot, maka akan muncul data atau identitas buku-bukunya.

5. Angka validasi ISBN

Bagian terakhir dari struktur ISBN ialah angka validasi ISBN atau ada yang menyebutnya dengan angka pemeriksa atau juga disebut Check digit. Angka validasi ISBN suatu buku hanya terdiri atas 1 digit angka saja. Meskipun terlihat sepele, ternyata angka validasi ISBN memiliki fungsi untuk mengecek benar ataukah salah. Angka terakhir berguna untuk algoritma modul check.

Fungsi ISBN dalam Ilmu Kepenulisan

Berikut adalah fungsi dari ISBN yang perlu kamu ketahui jika akan menerbitkan buku ber-ISBN:

1. Memberikan identitas pada suatu judul buku

Fungsi ISBN yang pertama adalah untuk memberikan identitas pada suatu judul buku. Seperti yang kamu ketahui, bahwa ISBN sendiri memang berfungsi sebagai sistem identifikasi buku. Faktanya, setiap penerbit tidak dapat sembarangan menerbitkan sebuah buku.

Bahkan, sistem ISBN sendiri diatur oleh kantor pusat ISBN di Berlin, Jerman.
ISBN dapat dibuat melalui ajuan permohonan dari lembaga-lembaga yang ditunjuk, untuk mengurus ISBN di setiap negara. Di Indonesia sendiri, penerbit bisa melakukan permohonan nomor ISBN, melalui Perpustakaan Nasional, sebagai lembaga yang ditunjuk.

2. Sarana Promosi bagi Penerbit

Pemberian nomor ISBN juga berfungsi sebagai sarana promosi bagi penerbit. Hal ini terjadi karena informasi pencantuman ISBN disebarluaskan baik oleh Badan Nasional ISBN di Jakarta maupun Badan Internasional ISBN yang berkedudukan di Berlin – Jerman.
Lembaga di Indonesia yang berhak memberikan ISBN kepada penerbit yang berada di wilayah Indonesia adalah Perpustakaan Nasional RI sebagai Badan Nasional ISBN.

3. Memperlancar arus distribusi buku

Setiap kode angka ISBN pada setiap buku berguna sebagai alat untuk memperlancar arus distribusi buku. Langkah ini dapat mencegah terjadinya kekeliruan dalam pemesanan buku.

Penerbit akan lebih mudah dalam melakukan proses pendistribusian buku sehingga tidak terjadi kesalahan dalam proses pendistribusiannya. Dalam pendistribusiannya, ISBN terdiri atas 13 digit angka yang terbagi menjadi 5 bagian, yaitu:

    1. Angka pengenal produk terbitan buku (Prefix Identifier)
    2. Kode asal negara atau kode bahasa
    3. Sandi penerbit (Publisher Prefix)
    4. Kode identitas terbitan
    5. Angka validasi ISBN (Check Digit)

Demikianlah artikel yang saya buat mengenai serba-serbi ISBN. Semoga dapat membantu kamu serta menambah wawasan supaya lebih semangat dalam menulis karya yang bermanfaat bagi orang lain.
Sekian dan terimakasih.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *