Wajib Baca! Kumpulan Sastra Peribahasa Jawa Kuno

Hallo, teman-teman pada artikel kali ini saya akan menuliskan tentang kumpulan peribahasa Jawa Kuno Tentang Kehidupan. Mungkin pada zaman sekarang jarang orang yang mempelajari atau memahami tentang sastra. Sastra adalah karya yang berisi pedoman atau interupsi ajaran yang bisa dipelajari ataupun sekedar dinikmati.

Salah satu daya tarik tersendiri dari sastra jawa kuno ini terletak pada bahasanya yang masih menggunakan bahasa jawa tulen. Ya seperti yang kita ketahui bahwa masyarakat jawa dikenal oleh masyarakat luas sebagai pribadi yang memiliki sopan santun dan inspirasi hidup yang penuh makna dari leluhurnya.

Salah satunya yang dapat kita lihat yaitu karya sastra, yang perlu kamu ketahui banyak peribahasanya yang sangat menginspirasi dan memotivasi kita. Peribahasa ini sering digunakan oleh orang tua untuk menasehati anak- cucunya.

Wajib Baca! Kumpulan Peribahasa Jawa Kuno

 

Yuk simak berikut ini!

  • Witing tresna jalaran saka kulina (awal cinta karena biasa dekat)

Peribahasa ini memiliki arti bahwa seseoramg laki-laki ataupun perempuan agar berhati-hati dalam berteman, karena kedekatan dapat menumbuhkan rasa cinta.

  • Anak polah, Bapak Kepradah (anak meminta, bapak memberikannya)

Nah untuk yang satu ini memiliki arti bahwa orang tua harus bertanggung jawab dengan hidup anaknya, namun harus mempertimbangkan dengan cermat permintaan si anak.

  • Nabok nyilih tangan (Memukul pinjam tangan orang lain)

Peribahasa ini memiliki arti terhadap seseorang yang licik dan tidak berani menghadapi musushnya secara terbuka, dan meminta bantuan kepada orang lain.

  • Alon-alon waton kelakon (pelan-pelan asalakn tercapai tujuan)

Peribahasa ini mengartikan bahwa dalam setiap usaha kita tidak perlu terburu-buru, biarpun pelan pasti akan sampai tujuan.

  • Basa iku busananing bangsa (bahasa itu pakaian bangsa)

Maksudnya yaitu seseorang bia dilihat dari tutur kata yang diucapkannya.

  • Esok dhele sore tempe (pagi kedelai sore tempe)

Artinya yaitu menggambarkan seseorang yang tidak punya pendirian dan tidak bisa menepati apa yang dikatakan.

  • Urip iku urup (hidup itu menyala)

Maksudnya yaitu kita hidup harus memberi manfaat bagi orang di sekitar kita, semakin besar manfaat yang kita berikan maka akan lebih baik.

  • Nerimo ing pandum (menerima apa adanya)

Maknanya adalah kita jadi orang harus ikhlas menerima hasil dari usaha yang sudah dikerjakan.

  • Surya dira jayaning, Lebur dening pangastuti

Artinya yaitu sifat keras hati, picik angkara murka, hanya bisa dikalahkan dengan sikap bijak, lembut dan hati yang sabar.

Nah, teman- teman itu tadi beberapa kumpulan sastra jawa yang dijadikan pedoman dan prinsip sejak dahulu oleh orang jawa. Jadi kita sebagai generasi milenial wajib tau tentang keunikan dan manfaat dari mempelajari buku maupun membaca kumpulan sastra jawa.

Selain ini masih banyak artikel lainya kamu bisa membacanya disini.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *