Mengenal Pengertian dan Jenis-Jenis Penerbitan buku

Jenis-Jenis Penerbitan

Bagi seorang penulis, penerbit buku bukanlah hal yang asing didengar meskipun begitu masih banyak penulis pemula yang belum mengenal jenis-jenis penerbitan buku. Bahkan masih banyak yang mengira, penerbit adalah bagian dari sebuah percetakan, tentu saja keduanya berbeda.

Oleh karena itu, tulisan ini akan menjelaskan secara singkat mengenai beberapa hal mengenai penerbit, mulai dari pengertian penerbit, perbedaan antara penerbitan dan percetakan, dan apa saja jenis-jenisnya.

Pengertian Penerbitan

Penerbit adalah perusahaan yang mengelola dan menyiapkan naskah mentah hingga menjadi buku siap cetak maupun siap baca termasuk dalam persiapan editing dan pembuatan cover buku.

Beberapa kantor penerbitan juga memberikan pelayanan pemasaran buku serta promosi lebih fokus pada distribusi serta penjualan buku serta menata stok buku yg tersedia. Masalah cetak, penerbit mampu mencetak sendiri jika memiliki mesin yang mumpuni, atau mencetaknya ke percetakan.

Akan tetapi masih banyak yang belum memahami perbedaan penerbitan dan percetakan, dan menganggap keduanya adalah sama. Penerbitan mengelola naskah mentah hingga siap menjadi buku, sedangkan percetakan adalah aktivitas proses industri untuk memproduksi secara massal tulisan dan gambar, terutama dengan tinta diatas kertas menggunakan sebuah mesin cetak. 

Pengertian lain dari penerbitan adalah kegiatan menyiapkan naskah, menyunting naskah, membuat berbagai jenis bahan publikasi, dan memperbanyak dan menyebarluaskan naskah. Jadi dapat dikatakan penerbitan belum tentu memiliki mesin cetak seperti halnya percetakan. 

Proses penerbitan pada pada penerbit membutuhkan proses panjang yg melibatkan banyak orang. Oleh karena itu, standar penerbit ialah memiliki beberapa kru editorial, yakni editor, layouter, designer, illustrator, dan proofreader.

Sebuah perusahaan penerbitan yang membantu penulis untuk menerbitkan berbagai buku hasil karyanya tulis fiksi maupun non fiksi. membantu mempersiapkan berbagai pandangan baru atau karya penulis ke dalam sebuah buku serta lalu siap buat dikonsumsi atau didistribusikan pada publik.

Jenis Penerbitan

Kegiatan penerbitan profesional fokus dalam menyiapkan naskah, menyunting naskah, menghasilkan berbagai jenis bahan publikasi. Selain itu, tugasnya juga memperbanyak serta menyebarluaskan naskah untuk kepentingan umum, Anda juga harus memahami apa saja jenis-jenis penerbit yang ada.

Maka mengenal berbagai jenis penerbit akan lebih memudahkan dalam sasaran tulisan, kira-kira penerbit mana yang lebih spesifik dapat menerima tulisan atau karya dan sesuai dengan sasaran buku yang ditulis. Tentu saja penulis tentu akan lebih menghemat waktu dalam mencetak buku.

1. Penerbitan Mayor

Penerbit mayor adalah jenis penerbitan yang memiliki jangkauan nasional. Biasanya, buku-buku yang diterbitkan penerbit mayor adalah buku yang akan dipasarkan secara nasional, dengan sekali cetak, judul buku tersebut langsung dicetak dalam jumlah besar untuk didistribusikan.

Hasilnya, buku-buku dari penerbit mayor ini akan dijual di berbagai toko buku yang tersebar di seluruh pelosok negeri. Jenis buku dari penerbit mayor ini adalah penerbit yang memiliki aturan lebih ketat dari penerbit lain. Hal ini karena ada beberapa aspek yang harus dipenuhi seorang penulis buku.

Jika penulis buku tidak memenuhi aturan atau tidak sesuai kriteria yang ditentukan penerbit, maka naskah yang diajukan oleh penulis bisa saja tidak lolos atau bahkan ditolak, meski ada juga yang diterima dengan berbagai revisi. Beberapa penerbit mayor bahkan mengembalikan naskah yang ditolak atau dibuang begitu saja.

Kriteria dari penerbit adalah penerbit mayor yakni penerbit adalah yang memperhatikan kualitas dan kelengkapan naskah, dengan tujuan memiliki selling point dan asli tulisan atau gagasan dari penulis. Sehingga hal-hal yang terkait dengan kelengkapan naskah harus dipatuhi dan ditaati sesuai kriteria atau aturan main dari penerbit.

2. Penerbitan Indie

Selain penerbit mayor ada penerbit adalah penerbit indie. Berbeda dengan penerbit mayor yang berani mencetak banyak buku, penerbit indie biasanya hanya mencetak buku dalam jumlah sedikit dan umumnya buku yang dicetak berdasarkan pre-order atau berdasarkan permintaan dari pihak penulis.

Namun, kelebihan dari penerbit indie penerbit adalah dapat lebih memiliki waktu yang efisien. Setidaknya naskah atau buku yang masuk ke penerbit indie biasanya akan langsung diproses dan dicetak. Hal ini karena penerbit indie tidak memiliki kriteria yang mengikat atau sulit seperti kriteria dari penerbit mayor.

Karena cetakan yang akan dikeluarkan juga sedikit, penulis akhirnya juga mengganti biaya cetak yang lebih murah dan terjangkau sehingga tidak berat di awal saat akan menerbitkan buku. Meski demikian, penerbit indie juga memiliki kebijakan sendiri. Sehingga bagi penulis, harus memperhatikan penerbit adalah yang jujur dan dapat dipercaya dalam menerbitkan bukunya.

3. Penerbitan Vanity Publisher

Apa penerbit adalah vanity publisher itu? Penerbit vanity publisher ini pada dasarnya hampir mirip dengan penerbit indie. Namun bedanya adalah pada fasilitas yang ditawarkan. Jika penerbit indie menawarkan dan memasrahkan segala urusan misalnya layout, cetak buku, cover, dan editing ke penulis, berbeda dengan penerbit vanity publisher.

Penerbit adalah yang memberikan fasilitas berupa penawaran paket penerbitan. Misalnya penulis hanya memiliki naskah mentah saja, belum melakukan proses editing, pemilihan layout, cover, dan lain sebagainya. Penerbit vanity publisher ini akan menawarkan berbagai paket all in sampai proses cetak.

4. Penerbitan Self Publishing

Penerbit self publishing adalah metode menerbitkan buku karya sendiri yang sudah diedit dan direview secara mandiri. Proses selaanjutnya dimasukkan ke penerbit atau percetakan dengan mengikuti regulasinya. Dengan self publishing, Anda perlu membuat template naskah, layout, hingga cover secara mandiri.

Self publishing hampir menyerupai penerbit indie. Di sini penulis melakukan semua fungsinya dari mulai menulis, mengedit, mendesain, membuat layout, sampai penjualan buku. Keuntungannya, penulis tidak perlu membagikan fee pada penerbit. Semua hasil penjualan utuh masuk ke penulis.

Bagaimana sudah menentukan jenis penerbitan yang cocok untukmu? Tetap semangat menulis dan berkarya yaa.

Tinggalkan Komentar