Jenis Narasi di Cerita Fiksi. Yuk Mempelajarinya!

Jenis Narasi di Cerita Fiksi. Yuk Mempelajarinya!

Dalam cerita fiksi baik cerpen maupun novel, penyajian atau penyampaian kisah cerita menjadi hal yang penting. Karena hal tersebutlah salah satu cara untuk membuat pembaca betah berlama-lama membaca ceritamu.

Jenis Narasi di Cerita Fiksi. Yuk Mempelajarinya!

Untuk itu kamu perlu mempelajari hal terkait cara penyajian cerita atau biasa disebut dengan narasi. Banyak hal yang perlu dipelajari dari sebuah narasi. Namun, untuk pembahasan pertama kami akan memaparkan hal terkait dengan jenis narasi.

Definisi Narasi

Sebelum masuk pada pembahasan jenis narasi, kamu perlu tahu definisi dari narasi. Narasi adalah cara dalam menyampaikan atau menyajikan peristiwa yang saling terhubung untuk menceritakannya menjadi sebuah cerita. Orang yang menceritakan sebuah narasi disebut dengan narator.

Narator dalam sebuah cerita fiksi semisal di cerpen atau novel adalah sang penulis cerita tersebut. Jadi sebagai seorang penulis kamu harus bisa menyampaikan sebuah kisah cerita dengan baik. Kamu harus menjadi narator yang handal.

Jenis-Jenis Narasi

Mari membahas jenis narasi dan mulailah belajar untuk menjadi narator yang handal. Berikut adalah jenis-jenis narasi:

1. Jenis narasi linier

Peristiwa di dalam cerita disajikan dalam urutan kronologis atau kejadian dari awal sampai akhir dengan runut. Dalam penyampaian narasinya pengarang atau penulis dapat menggunakan narasi dengan sudut pandang orang pertama, kedua atau pun ketiga.

Penggunaan narasi linier ini pengarang ingin menyampaikan sebuah cerita yang terungkap sebagai sebuah pengalaman. Pengalaman yang dimaksud ialah pengalaman yang dialami oleh tokoh di cerita fiksi dari hari ke hari, bulan ke bulan, ataupun tahun ke tahun. Intinya peristiwa dalam cerita disajikan dari satu peristiwa ke peristiwa lainnya secara runtut dari awal sampai ke akhir.

2. Jenis narasi non linier

Pada jenis narasi ini peristiwa di dalam cerita disajikan dengan tidak berurutan. Beberapa plot non linear bisa dimulai di tengah cerita, lalu kembali ke awal cerita.

Sebagai contoh narasi non linier bisa menggunakan kilas balik. Kilas balik tersebut misalnya adalah narator mengambil suatu momen di mana tokoh menghidupkan kembali suatu peristiwa di masa lalu. Sehingga pembaca mengetahui motif dari sang tokoh.

Semisal, titik awal sebuah cerita fiksi dimulai dari sang tokoh yang membunuh teman lamanya. Lalu pada bab berikutnya, memuat sebuah cerita di mana diceritakanlah bagaimana latar belakang atau penyebab tokoh membunuh temannya tersebut. Misal karena dendam karena pernah di-bully di masa sekolah, dan lain sebagainya.

3. Jenis narasi deskriptif

Detail menjadi hal penting dalam jenis narasi deskriptif. Oleh sebab itu penggambaran latar (waktu, tempat, suasana) disampaikan dengan jelas dan mendetail. Dalam narasi deskriptif, penulis bisa menggunakan kata dan frasa deskriptif yang menciptakan gambaran yang hidup di benak pembaca.

Dengan demikian, pembaca akan mudah untuk memvisualisasikan ke dalam benaknya ketika dia membaca cerita fiksi tersebut. Visual yang diharapkan bisa tersampaikan kepada pembaca tersebut adalah perihal setiap latar (tempat, waktu, suasana) yang dilalui oleh sang tokoh.

4. Narasi jenis sudut pandang

Jenis narasi cerita terakhir yang kita bahas adalah jenis sudut pandang. Dalam menyampaikan peristiwa di dalam cerita menggunakan mata atau pemikiran narator. Jadi berdasarkan sudut pandang subjektif tokoh utama atau tokoh lain di dalam cerita.

Dengan kata lain harus atau hanya berdasarkan apa yang diketahui atau dilihat oleh tokoh yang berperan sebagai narator. Jadi umumnya bentuk narasi ini disampaikan dengan narasi sudut pandang orang pertama atau bisa juga sudut pandang orang ketiga. Sudut pandang orang ketiga ini dengan catatan sebagai naratornya ialah yang serba tahu (sudut pandang orang ketiga serba tahu).

Itu dia pembahasan pertama kita terkait dengan jenis narasi cerita fiksi. Dalam membuat cerita fiksi kamu bisa menggunakan salah satu jenis narasi di atas.

Dalam pemilihannya pun tentu bergantung dengan hal apa yang ingin kamu tulis menjadi cerita fiksi. Hal tersebut misalnya terkait dengan tema atau ide yang kamu angkat. Pemilihan jenis narasinya juga tergantung dengan jenis narasi yang membuatmu lebih nyaman dan mudah dalam menyampaikan cerita.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *