Hal-hal Terkait Copywriting yang Perlu Diketahui Khususnya untuk Pemula

Hal-hal Terkait Copywriting yang Perlu Diketahui Khususnya untuk Pemula

Fokus artikel kali ini tentang hal-hal terkait copywriting. Yaitu hal mendasar yang perlu kamu tahu apabila kamu adalah pemula yang tertarik dengan copywriting.

Sebelumnya kami telah membahas perbedaan copywriter dan content writer yang dapat kamu baca di sini. Telah disebutkan bahwa copywriter adalah profesional yang bertugas membuat naskah dengan tujuan komersial dan branding menggunakan kata-kata yang bisa meyakinkan atau mempersuasi audiens.

Hal-hal Terkait Copywriting yang Perlu Diketahui Khususnya untuk Pemula

Lalu hal-hal apa saja yang terkait dengan copywriting? Tugas lain yang bisa mendukung terciptanya copy berkualitas? Serta tahapan umum dari copywriting? Silahkan menyimaknya pada artikel berikut ini.

3 Struktur Inti dari Copywriting

Copy merupakan konten yang dihasilkan dari proses copywriting. Melalui keahlian dan seni merangkai kata terciptalah copy tersebut. Sebuah copy umumnya memiliki tiga struktur inti yaitu:

  1. Headline/judul, harus bisa menarik perhatian audiens dalam 3-5 detik pertama.
  2. Isi copy, harus relevan dengan judul
  3. Call to action, ajakan bertindak untuk melakukan sesuatu yang terkait dengan tujuan copy itu dibuat.

Tugas Lain Copywriter agar Tercipta Copy yang Berkualitas

Berikut adalah tugas yang mendukung terciptanya copy berkualitas:

  1. Diskusi terkait target audience dari copy yang dihasilkan
  2. Mendiskusikan pesan inti yang ingin disampaikan kepada target audience
  3. Product knowledge, yakni mengenal dan memahami produk yang akan dibuatkan copy-nya.

Tahapan Proses Copywriting

Berikut adalah tahapan proses dari copywriting secara umum.

1. Menerima creative brief

Tahapan pertama dari membuat copy adalah menerima creative brief dari klien. Creative brief adalah sebuah dokumen singkat, jadi tidak berbentuk proposal hanya terdiri dari dua sampai tiga halaman saja. Creative brief berisikan tentang hal-hal yang terkait dengan produk.

Hal-hal tersebut terkait dengan brand statement singkat sampai dengan brand value. Intinya terkait dengan gambaran dari produk yang akan dibuatkan copy. Bisa dikatakan bahwa creative brief adalah peta yang menunjukkan arah kemana dan bagaimana copy harus diciptakan.

2. Riset dan pengembangan ide

Setelah seorang copywriter melihat dan mempelajari creative brief yang diberi oleh klien, maka tugas selanjutnya adalah riset dan mengembangkan ide. Ide-ide tersebut dikembangkan menjadi draft copy.

3. Mengubah draft menjadi copy

Draf diolah menjadi copy yang sempurna. Tentu saja sudut pandang “sempurna” ini masih dari sudut pandang si copywriter yang menuliskannya.

Belum dari sudut pandang stakeholder yang lain apalagi klien. Jadi copy yang sudah jadi tersebut perlu direview lagi dan bila ada kesalahan maka harus direvisi.

4. Revisi

Setelah copy direview oleh pihak terkait bila ada kesalahan maka perlu direvisi. Maka copywriter harus menyempurnakan copy yang diciptakan sampai pihak lain terutama klien puas dengan hasilnya.

Nah itu dia beberapa uraian dasar terkait copywriting. Pada artikel berikutnya kami akan membahas bahasan yang lebih mendetail terkait copywriting. Misalnya terkait dengan strategi menulis copy, rumus sederhana dari copywriting, skill yang harus dimiliki dan lain sebagainya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *