Flachback, Kisah Buruk yang Menjadi Berkah Masa Depan

Genap setahun setelah terakhir kali menulis curahan hati di website ini. Pada dasarnya, Detak Pustaka aku dirikan untuk mewadahi jiwa-jiwa yang ingin menuangkan segala perasaannya ke tulisan, termasuk aku sendiri. Mulai rutin menulis sejak kecil, namun pertama kali aku publikasikan pada tahun 2015 atau 16 saat masih SMA. Hanya bercerita dan curhat ke dunia maya saja, meskipun aku sadar yang baca palingan teman-temanku sendiri. Namun, setidaknya aku sudah menulis dan meluapkan perasaanku.

Biarlah yang hitam, menjadi hitam. Jangan harapkan, jadi putih. Biarlah rembulan, di atas sana. Manalah mungkin turun kesini …

Ditemani dentuman musik dan suara merdu Vanny Vabiola, aku ingin sedikit nostalgia dan flashback ke beberapa tahun terakhir, mungkin 2-4 tahun. Aku ingin bercerita tentang menulis dari hati dan untuk hati. Pada dasarnya tujuan menulis adalah untuk menyampaikan pesan. Pesan paling bagus adalah pesan yang ditulis dengan hati, juga dibaca dengan hati. Karena itulah setiap cerita yang aku bagikan, selalu tentang apa yang aku rasakan. Banyak dari pembaca yang merasa tertampol atau bahkan seperti yang mereka rasakan.

Pernah menulis sebuah buku yang sudah aku jadikan ebook gratis di website ini. Kamu bisa download di sini: Download ebook komedi romantis. Buku itu menceritakan tentang sepenggal kisah dan keinginanku waktu itu. Sederhana, hanya untuk mengabulkan keinginan seseorang yang ingin dirinya ada di sebuah buku. Meksipun aku gak ingin menerbitkan, namun buku itu selalu dibaca kurang lebih 3k orang perbulan dan ribuan downlad perbulan di website ini.

Semoga masalaluku senang, karena tujuanku itu dan ingin mengungkapkan rasa. Pada akhirnya memang ketahuan, aku hanya menjadi buangan. Tapi itu tidak masalah bagiku, apa yang aku harapkan tak lebih sudah terkabulkan. Mungkin cerita haluku itu sudah cukup mewakili. Karena aku merasa capek ketika membaca cerita itu kembali. Di lain sisi, buku yang aku tulis itu juga mengandung nilai moral dan sosial. Seperti tentang berbagi dan kelapangan dada untuk bersedekah. Dari buku itu aku juga memberikan beberapa kasus bagaimana “memberi” adalah sesuatu yang indah dan pantas kita lakukan.

Saat ini, aku jarang sekali menulis cerita. Bahkan hanya untuk menulis curhatan seperti ini, hehe. Yang aku tulis hanyalah kata-kata rayuan untuk customer agar beli barang daganganku. Ya, kehidupan memang tidak bisa berpaku di satu titik. Bagitupun dengan kegiatan menulisku. Meskipun sudah cukup lama tidak menulis cerita, namun menulis tetaplah menjadi hal yang aku gemari, termasuk terciptanya website ini karena terilhami oleh kegiatan menulis. Oh iya, website ini menyediakan kelas menulis loh, ada yang berbayar dan ada juga yang gratis. Kamu bebas mau pilih yang mana. Untuk lebih lengkapnya kamu bisa lihat-lihat di link berikut ya: Detak Pustaka Kelas

menjadi orang yang lebih baik

Sebenarnya aku mau cerita apa sih? Cerita flashback, yaampun padahal udah aku tulis di atas, hehe. Aku hanya ingin ngomel sendirian tentang masa lalu. Bagaimana nasib buruk dengan beberapa cewek, terciptanya website ini dan mempunyai kekasih yang sangat aku sayangi. Kejadian-kejadian itu yang akan aku ceritakan.

Kita mulai dengan nasib buruk dengan beberapa cewek kali ya, hehe karena ini bagian yang lumayan seru dan menjadi salah satu faktor adanya website ini. Tahun 2017 aku mulai menulis personal literature untuk setiap tulisanku. Apasih personal literature? Kamu bisa baca di link berikut ya: Pengertian cerpen personal literature. Cerita yang aku tulis rata-rata tentang kisah cinta masa laluku dan beberapa kenangan masa kecil. Mungkin tidak akan ditemukan di website ini, karena sudah ada yang aku hapus.

Dari tulisan-tulisan itulah mulai terkumpul banyak pembaca, dan akhirnya aku kumpulkan menjadi sebuah buku berjudul salah sangka. Buku itu juga tersedia gratis di website ini, kamu bisa download di link berikut: Download buku salah sangka. Dari situlah mulai aku tulis kirah-kisah ngenesku dengan beberapa cewek. Mulai dari SMP sampai bangku kuliah.

Saat kuliah, mungkin ada 2 atau 3 cewek yang berurusan asmara denganku, aku juga lupa. Btw, aku kuliah di dua kampus, dua-duanya kampus negeri satu di Surabaya dan satunya di daerah lain. Meskipun pada akhirnya aku memutuskan untuk keluar dari salah satu kampus. Dari kedua kampus itu aku mendapatkan beberapa cerita berbeda.

Kita mulai dari saat aku masih di kampus negeri yang ada di Surabaya, ada satu orang wanita yang membuatku tertarik. Namanya kita samarkan menjadi Danty aja ya. Dia adalah orang pertama yang menjadi editor tulisanku. Saat menulis cerpen personal literature, banyak tulisanku yang disunting olehnya. Bukan disunting lalu diupload, namun diberikan masukan agar direvisi. Dari situlah kita dekat, didekatkan dengan menulis kala itu. Sampai akhirnya aku menulis sebuah buku yang berjudul SIP!. Buku itu adalah akhir dari kisah kita, aku mengakhiri dengan kehaluanku, hehe.

Lanjut di kampus berikutnya, setidaknya aku pernah di tolak oleh satu orang cewek yang berasal dari daerah yang sama. Alasannya klasik, tidak pengen pacaran dulu, fokus kuliah. Yaudah waktu itu aku maklumi, namun beberapa minggu kemudian dia memiliki pacar, hehe. Fakta menunjukkan bahwa sebagian kecil wanita memang masih sering mengungkapkan kebohongan untuk menolak seseorang. Bisa dibilang menolak halus gitulah.

Namun aku gak sedih, itu sudah biasa dan aku memaklumi. Aku rasa juga perasaanku waktu itu bukan rasa yang begitu dalam. Sehingga tidak menimbulkan masalah yang begitu besar.

Sampai beberapa bulan atau tahun kemudian aku mendapatkan pacar yang menurutku sesuai dengan sebagian besar kriteria. Kami jadi dengan cara yang cukup kocak. Untuk orang yang sering pacaran, aku adalah salah satu cowok pengencut yang tidak berani mengungkapkan perasaan di depan wajahnya langsung. Namun, hanya pasanganku saat inilah yang bisa membuatku melakukan hal seperti itu. Aku mengungkapkan perasaanku di ekskalator mall. Jeda waktu dari atas sampai bawah adalah batas dia harus menjawab perasaanku. Dan akhirnya diterima, hehe. Senang dong!

Sejauh ini, apa yang aku tulis di masa lalu adalah bersumber dari kisah nyataku. Meskipun seringkali aku tambahkan beberapa bumbu agar enak dibaca dan dicerna dengan baik. Jadi tidak 100% original pengalaman. Ada tambahan halu juga.

Diakhir paragraf ini aku ingin bagikan sedikit cerita bagaimana kita harus menghargai momen yang pernah kita lalui. Meskipun menyakitkan, suatu saat akan menjadi hiburan, pelajaran dan bahkan masukan untuk kita. Itulah yang terjadi padaku, segala kisah buruk aku tulis menjadi kisah komedi. Selain untuk menghibur diri sendiri, ada sisi lain dimana kisah buruk mengandung arti yang lebih dalam. Karena aku yakin, setiap keputusan, hasil ataupun apa yang ada saat ini, pasti ada nilai positif yang bisa kita ambil untuk direnungkan.

Tinggalkan Komentar