Cerpen – Peony An by Ainunnisa

Cerpen - Peony An by Ainunnisa

13 Mei 1998

Seorang gadis remaja berusia belasan tahun nampaka berlari di gang kecil kawasan kelurahan Glodok, kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat. Air matanya mengalir tidak kunjung berhenti membasahi pipinya. Gadis sipit berkulit putih ini berkali kali tersandung krikil yang memenuhi jalan berlubang itu. Entah dimana kini keberadaan sandal berwarna pink yang beberapa menit lalu ia pakai, hal itu tidak ia hiraukan lagi. Yang terpenting saat ini adalah keselamatan nyawanya.

“Woy Cina, jangan lari lu!” Beberapa pemuda yang merupakan seorang pribumi meneriakinya dari arah belakang.
Jantungnya kini berdegup kencang, ketika para pemuda itu semakin mendekat. Tenagannya sudah mulai menipis, lututnya yang lemas semakin terasa lemas. Namun ia tidak mau menyerah begitu saja. Ia harus hidup untuk menggapai banyak hal yang yang ia bangun dalam angan. Bahkan cita-citanya untuk menjadi seorang Dokter pun belum sempat ia sentuh.

Cerpen – Peony An by Ainunnisa

Untuk kesekian kalinya gadis ini kembali menginjak kerikil tajam. Telapak kakinya kini sudah dipenuhi luka dan memar, namun ia terus berlari dengan pincang berharap sebuah keadilan akan menyelamatkannya.

Satu jam yang lalau, ia menyaksikan sebuah tragedi yang mengerikan terjadi pada keluarganya. Lebih tepatnya, hal mengerikan yang menimpa kaumnya. Para pribumi itu membunuh kedua orang tua beserta adik lelakinya yang masih berusia delapan tahun dengan brutal. Mayat mereka digantung seperti jemuaran tepat dibawah tangga rumah.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *