Cerpen – Hubungan Matematika by Syifa Zulfa

Cerpen - Hubungan Matematika by Syifa Zulfa

Ini semua membuatku binggung. Aku melangkahkan kaki ku menuju meja paling terakhir baris ke empat yang terletak di ujung sana. Aku terheran saat teman-teman sekelasku  menatap aku dengan aneh, lalu berbisik-bisik satu sama lain.

Cerpen – Hubungan Matematika by Syifa Zulfa

Aku mengeluarkan ponsel di saku bajuku dan mengsejajarkannya dengan wajahku. Tidak, tidak ada yang aneh. Aku cantik seperti biasannya, liptint berwarna cherry yang aku pakai pun tidak keluar area dari bibir mungilku. Lalu apa yang mereka bicarakan? Apakah karna aku makin cantik?.

“Oh jadi ada sang perusak hubungan orang!?” Fatin mengucapkan itu dengan nyaring seolah-olah kalimat itu agar di dengar semua orang yang berada di kelas

“Iya nih ada yang haus validasi juga” Si tukang nyinyir, Nican, menyauti perkataan Fatin dengan memasang bibir seperti Suneo saat jurus nyinyirnya itu keluar. Hari ini tak seperti biasanya, mereka yang biasanya tidak saling nyinyir mengapa tiba-tiba mulutnya seperti minta di jahit? Padahal aku merasa, aku maupun teman sekelas yang lain tidak ada masalah sejauh ini. Kami selalu akrab satu sama lain.

Tak lama kemudian teman sebangku ku, Ananya, dia datang dengan raut wajah geram di pagi hari, lalu ia duduk di sampingku.

“An, hari ini anak-anak pada kenapa sih, kok muka mereka kek sinis gitu, ya?” Aku tak bisa menahan rasa penasaranku, semoga saja aku dapat jawaban dari Ananya.

“Nggak tahu” Ananya memutarkan bola matanya, ia langsung membuka novel untuk di baca. Ananya juga terlihat aneh hari ini, dia seperti sedang marah padaku, apa aku punya salah? “An, kamu kenapa? Aku punya salah, ya? Kok, kamu kaya yang marah gitu, sih?”

“Pikir saja sendiri, masa nggak tahu kesalahan kamu” Ahh, Dia sangat menyebalkan, jika aku tahu kesalahanku, aku tak akan bertanya.

“Aku nggak tahu, An” tak ada jawaban dari Ananya, Ananya seperti tidak melihatku, dia sibuk membuka lembar demi lembar novel tebal yang di milikinya.

Jam pertama hari ini kosong, tak ada tugas juga yang diberikan oleh guru, aku yang sudah mulai bosan dengan bermain ponsel dan melamun, kini aku tertarik dengan kumpulan anak-anak yang sedang bergosip di meja depan.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *