Cerita, Plot, dan Narasi. Bagaimanakah Hubungan Ketiganya?

Cerita, Plot, dan Narasi. Bagaimanakah Hubungan Ketiganya?

Istilah cerita, plot, dan narasi tentu menjadi bagian dari novel yang tidak asing lagi di telinga penulis ataupun penggemar novel.

Ketiga komponen tersebut menjadi bagian penting dalam karya fiksi misalnya cerpen atau pun novel. Walaupun terlihat hampir sama, tapi ketiganya adalah hal yang berbeda.

Cerita, Plot, dan Narasi. Bagaimanakah Hubungan Ketiganya?

Artikel kali ini akan menguraikan perbedaan ketiga komponen tersebut. Selain perbedaan, kami juga akan menguraikan hubungan ketiganya. Sehingga cerita, plot, dan narasi tersebut bisa menjadi komponen novel sehingga bisa dihasilkan sebuah karya.

Mengenal lebih dekat cerita, plot, dan narasi

Berikut adalah uraian singkat tentang ketiga komponen pembentuk novel.

Cerita

Cerita merupakan tuturan tentang terjadinya suatu hal atau peristiwa atau kejadian. Fokus pada kata “terjadinya” yang berarti bahwa ada penyebab peristiwa tersebut terjadi.

Yang berarti bahwa di dalamnya terdapat urutan kejadian atau yang biasa disebut dengan plot sehingga sebuah cerita dapat terbentuk. Dan tentu saja di dalamnya terdapat karakter atau tokoh yang terlibat di dalam cerita yang merupakan bagian dari unsur pembentuk cerita. Lebih lengkapnya kamu bisa membacanya di sini.

Plot

Telah disebutkan di atas bahwa plot adalah bagian dari sebuah cerita. Mereka membentuk sebuah cerita menjadi utuh. Selain utuh, plot juga akan membuat cerita menjadi masuk akal, kredibel, dan tampak nyata seolah olah kita sebagai pembaca terbawa dalam arus cerita yang tersaji di dalam sebuah novel.

Lebih detailnya dapat kita definisikan plot adalah rangkaian peristiwa dari awal sampai akhir dalam sebuah novel. Bukan saja tentang urutan peristiwa, tapi juga bagaimana antara satu peristiwa bisa mengarah atau menuju ke peristiwa yang lain di sebuah novel. Bisa dikatakan bahwa plot itu terkait dengan garis waktu kronologis kejadian atau peristiwa.

Unsur-unsur plot

Berkaitan dengan kronologis peristiwa, sebuah plot umumnya terdiri dari unsur-unsur di bawah ini.

  1. Pengenalan cerita, biasanya berupa pengenalan tokoh, latar, dan lain sebagainya
  2. Awal konflik, berupa munculnya pemicu munculnya permasalahan dalam sebuah cerita
  3. Menuju konflik, berupa mulai adanya peningkatan masalah yang dihadapi si tokoh
  4. Konflik memuncak atau klimaks, berupa puncak permasalahan yang dihadapi si tokoh
  5. Penyelesaian atau ending, berupa bagaimana akhir kisah si tokoh dalam cerita novel tersebut.

Narasi

Narasi adalah bagaimana sebuah cerita itu disampaikan atau diceritakan atau didemonstrasikan. Tanpa adanya narasi, plot dan cerita tidak akan ada. Sama halnya ketika kamu memiliki ide menulis, tanpa pernah kamu menuliskannya maka buku yang kamu impikan tidak akan pernah bisa diterbitkan.

Apabila kamu sebagai penulis novel memiliki sebuah cerita yang bagus tapi kamu tidak dapat menyampaikannya (dalam bentuk tulisan tentunya) dengan baik, maka hal ini akan menjadi masalah besar.

Mengapa demikian? Karena pembaca merasa tidak nyaman ketika membaca novelmu tersebut. Pembaca akan merasa kebingungan dalam menginterpretasikan cerita dalam karya yang kamu tulis.

Maka dari itu kemampuan dalam mengolah kata guna menyampaikan cerita sangat diperlukan. Untuk itu sering sering lah melatih diri untuk menulis dan juga perbanyak bahan bacaan buku untuk dibaca.

Nah itu dia penjelasan dari cerita, plot, dan narasi. Sebuah cerita tanpa adanya plot akan diam pada satu tempat yang artinya cerita tidak berjalan. Tanpa adanya narasi sebuah cerita tidak dapat tersampaikan kepada pembaca.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *