Cara Menulis Novel Berdasarkan Kisah Pribadi, Ternyata Mudah!

Cara Menulis Novel Berdasarkan Kisah Pribadi, Ternyata Mudah!

Jika kamu mendengar kata “novel“, maka apa yang terlintas di pikiranmu? Pasti berbagai judul novel membanjiri isi kepalamu, mulai dari novel klasik hingga novel modern dengan berbagai genrenya. Namun, sebenarnya bagimana sih cara menulis novel berdasarkan pengalaman pribadi? Simak artikel ini sampai akhir, ya!

Menulis novel adalah sebuah bentuk menuangkan ide, imajinasi, dan perasaan melalui rangkaian kalimat-kalimat yang kemudian menjadi sebuah cerita. Setiap penulis pasti memiliki gaya dan keunikannya sendiri dalam menciptakan setiap karyanya.

Cara Menulis Novel Berdasarkan Kisah Pribadi, Ternyata Mudah!

Inspirasi cerita seorang penulis dalam menulis novel tentu bisa datang dari mana saja, salah satunya adalah melalui kisah pribadi yang dia alami sebelumnya. Cara menulis novel yang diterapkannya pun pasti memiliki ciri khas yang membedakannya dengan novel-novel karya orang lain. Nah, berikut ini cara menulis novel berdasarkan kisah pribadi:

1. Pikirkan Ide yang Menarik

Langkah pertama yang bisa kamu lakukan adalah memikirkan ide yang menarik. Ini merupakan langkah yang penting sebagai pondasi awal novelmu. Cobalah untuk mencari ide yang unik, sehingga ceritamu bisa menarik. Caranya, luangkan waktumu untuk merenungkan serta mencatat berbagai peristiwa yang pernah kamu alami selama ini.

Ketika mencari ide, pastikan kamu memilih kejadian yang berpotensi besar untuk dikembangkan menjadi cerita yang kuat. Jangan lupa juga untuk mempertimbangkan konflik yang nantinya akan muncul, karakter yang kompleks, dan setting yang menarik agar pembaca dapat tertarik.

Dengan kumpulan ide-ide semacam itu, berarti kamu telah mengumpulkan bahan mentah yang nantinya dapat diolah menjadi sebuah karya. Kamu tidak perlu terburu-buru, nikmati saja proses pengumpulan ide tersebut agar ceritamu menjadi novel yang memikat.

2. Rancang Alur Cerita Secara Matang

Cara menulis novel selanjutnya adalah merancang alur secara matang. Langkah ini sama pentingnya seperti langkah sebelumnya. Hal ini karena, rancangan alur sangat mempengaruhi isi ceritamu nantinya.

Kamu bisa mulai mentukan tokoh utama serta tokoh pembantu lainnya dengan karakter yang kuat. Kamu bisa memilih membuat konflik utama yang dapat mendorong alur ceritamu.

Setelah itu, kamu bisa menyusun perkembangan cerita mulai dari awal hingga akhir dengan klimaks yang menarik. Rancangan alur ini layaknya pemandumu dalam menulis novel, tujuannya tentu saja untuk membantumu agar tetap fokus dan berada di lintasan alur yang tepat guna menghadirkan cerita yang mampu menarik pembaca.

3. Mengembangkan Karakter Tokoh yang Menarik

Selanjutnya adalah cara menulis novel yang ketiga, yakni mengembangkan karakter tokoh yang menarik. Karakter merupakan daya tarik dari sebuah novel. Kamu tidak perlu terlalu terburu-buru, karena dengan waktu yang cukup, kamu justru bisa mengembangkan karakter tokoh utama dan pendukung secara lebih baik dan mendalam.

Ciptakan latar belakang setiap tokoh secara rinci sehingga pembaca dapat memahami dengan jelas tokoh tersebut. Kemudian, kamu bisa memaparkan keunikan tokoh dengan mencerminkan karakternya, serta motivasi yang menjadi dasar dalam setiap tindakan masing-masing tokoh.

Ketika karakter tokoh dapat terasa hidup dengan watak yang konsisten, pembaca akan merasa lebih terhubung secara emosional, sehingga dapat terpikat oleh perjalanan tokoh dalam cerita. Melalui setiap halaman novel, kamu bisa mengajak pembaca untuk berjalan beriringan bersama setiap tokoh untuk merasakan sukacita, dukacita, dan berbagai konflik yang mereka alami.

4. Menulis dengan Konsisten

Cara yang tak kalah penting dalam membuat novel adalah tulislah dengan konsisten. Hal tersebut bukan tanpa alasan, karena untuk meraih kesuksesan dalam menulis novel, kamu perlu memulainya dengan konsisten. Kamu bisa menetapkan target setiap harinya dan berkomitmenlah untuk mencapainya.

Walaupun proses penulisan kadangkala tidak mulus dan penuh hambatan, tetapi ketekunanmu merupakan kunci utama untuk menyelesaikan novelmu. Hadapilah hambatan dan teruslah mengasah keterampilan menulismu.

Namun, jangan lupa untuk selalu menikmati setiap prosesnya dan selalu percaya pada kemampuanmu sendiri. Melalui hal tersebut, kamu akan melihat progres yang luar biasa dalam proses pembuatan karya novelmu.

5. Lakukan Revisi dengan Self Editing

Langkah berikutnya setelah draf novelmu selesai, berilah jedah sejenak pada dirimu untuk kemudian melajutkan proses editing. Proses ini bertujuan untuk mengedit dan merevisi novelmu yang bisa saja terdapat kesalahan tanpa kamu sadari ketika proses penulisan.

Proses editing ini adalah langkah yang sangat penting untuk menghadirkan novel dengan kualitas yang baik. Kamu bisa mulai memeriksa keruntutan alur cerita, memastikan kekonsistenan setiap karakter tokoh, dan jangan lupa juga untuk memperhatikan bahasa dalam penulisan novelmu.

Jangan pernah ragu untuk memotong bagian yang tidak diperlukan atau menambahkan detail-detail secara lebih mendalam untuk memperkuat narasi dalam novelmu. Melalui proses ini, kamu bisa menemukan kelemahan dan peluang perbaikan yang mungkin kamu lewatkan ketika menulis.

Dengan penuh kesabaran dan ketelitian, novel kamu dapat menjadi karya yang memikat serta menggugah perasaan pembaca. Perlu diingat bahwa menulis novel memerlukan kesabaran, kesungguhan, ketekunan, dan jangan pernah takut untuk menghadapi tantangan, serta belajarlah dari setiap kesalahan.

Nah, itulah cara menulis novel berdasarkan kisah pribadi. Langkah-langkah di atas tentu bisa kamu ikuti. Tidak ada yang sulit di dunia ini, jika kamu memiliki niat yang kuat serta bersungguh-sungguh dalam melakukannya. Tetaplah semangat menulis novel hingga karyamu dapat bertengger di toko buku!