Berkenalan dengan SEO Copywriting: Definisi, Fungsi dan Tips Membuatnya

Berkenalan dengan SEO Copywriting: Definisi, Fungsi dan Tips Membuatnya

Berkenalan dengan SEO Copywriting akan menjadi pembahasan kita kali ini. Setelah sebelumnya kita telah membahas terkait dengan perbedaan copywriting dan content writing, yang bisa kamu baca di sini. Lalu kita juga sudah membahas terkait dengan sembilan jenis copywriting, yang bisa kamu lihat pada tautan ini.

Fokus kita terkait dengan definisi, fungsi, dan tips membuat SEO Copywriting. Dan apakah SEO copywriting sama dengan artikel SEO?

Berkenalan dengan SEO Copywriting: Definisi, Fungsi dan Tips Membuatnya

Yuk, kita bahas lebih lanjut pada uraian di bawah ini. Selamat menyimaknya dan semoga bisa memberi manfaat!

Definisi SEO Copywriting

Silahkan menyimak uraian terkait dengan SEO copywriting, berikut ini.

Penjelasan singkat terkait SEO (Search Engine Optimization)

Bila membahas SEO pasti kita sudah tahu tujuannya adalah untuk optimalisasi konten yang kita buat. Agar mereka bisa di halaman pertama Google atau rangking satu. Serta agar Google memahami konten yang kita tulis, dan tentunya audiens juga mampu memahaminya.

Penjelasan singkat terkait copywriting

Sedangkan copywriting adalah proses menulis sebuah copy dengan tujuan membujuk atau merayu atau mengajak audiens untuk melakukan suatu tindakan atau bertransaksi. Baik itu membeli jasa atau produk, berlangganan dengan website kita dan lain sebagainya. Poinnya adalah agar audiens melakukan transaksi jadi terjadi perubahan dari traffic menjadi leads dan akhirnya sales.

Jadi apa itu SEO copywriting?

Dari uraian singkat di atas, dapat sedikit kita tarik kesimpulan bahwa SEO copywriting adalah suatu cara agar audiens memahami suatu produk yang kita tawarkan hingga akhirnya membeli atau menerima penawaran yang kita berikan.

Fokus pada kata “memahami”, jadi dalam membuat content SEO copywriting kita harus mampu menjelaskan produk kita dengan jelas. Agar audiens yang awalnya tidak memahami produk kita menjadi tahu atau teredukasi dan lebih lanjutnya muncul ketertarikan pada brand tersebut.

Itulah yang membedakan content SEO biasa dengan content SEO copywriting. Tidak hanya mengedukasi tapi juga mempersuasi audiens.

Fungsi Pembuatannya

Dari sedikit uraian terkait definisi di atas, dapat kita perinci fungsi dari SEO copywriting adalah:

  1. Agar content (iklan) bisa optimasi dan berada di halaman pertama Google
  2. Bila bisa di halaman pertama Google, maka kesempatan untuk mendapatkan banyak pembaca akan semakin besar dan peluang terjadinya transaksi juga akan semakin besar
  3. Mengedukasi terkait dengan brand agar audiens memiliki pengetahuan tentang produk tersebut.
  4. Kemudian dengan pengetahuan terhadap brand tersebut akan mendorong audiens untuk melakukan tindakan (men-download, membeli, berlangganan dan lain sebagainya)

Tips ketika Membuatnya

Berikut tips membuat content khususnya artikel SEO copywriting

Terkait hubungannya dengan SEO

Proses pembuatan content SEO copywriting tidak jauh berbeda dengan menulis content SEO biasa. Hanya saja pada SEO copywriting tidak hanya mengedukasi tapi juga berisikan ajakan atau mempersuasi audiens.

Pada prosesnya juga memerlukan riset audiens, riset keyword, penulisan harus jelas dan mudah dipahami. Agar mudah dipahami oleh Google dan pembaca, kamu bisa menggunakan heading (H1, H2, H3, H4, dan H5). Setiap kali menulis paragraf harus bisa memberikan informasi dengan jelas, tidak bertele-tele.

Lebih lanjut tips terkait copywriting-nya

Pada bagian optimasinya (SEO) di bagian meta deskripsi, kamu perlu menuliskannya dengan seefektif mungkin. Di dalamnya sertakan:

  1. Keyword,
  2. Kemungkinan pertanyaan dari audiens
  3. Kemungkinan informasi (terkait dengan brands yang kamu tawarkan) yang dicari audiens
  4. Jumlahnya sekitar 155-160 karakter agar semua bagiannya terlihat oleh audiens.

Mengapa meta deskripsi dengan semua bagiannya terlihat itu penting? Sebab informasi di meta deskripsi adalah penentu audiens meng-klik iklanmu atau tidak.

Pada saat pembuatan SEO copywriting diperlukan juga kemampuan teknik storytelling yang baik. Yakni bagaimana merancang suatu cerita yang akan mengaitkan pembaca dengan brand sehingga muncul ketertarikan.

Nah, itu dia tahap awal kita berkenalan dengan SEO Copywriting. Dalam proses pembuatan SEO copywriting lebih lanjut, ada teknik tertentu. Teknik tersebut bisa juga disebut dengan rumus copywriting.

Contohnya rumus copywriting yaitu AIDA yang merupakan singkatan dari Attention, Interest, Desire, dan Action. Untuk lebih jelasnya mengenai rumus AIDA dan rumus lainnya akan dibahas pada pembahasan berikutnya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *