Macam-macam Bentuk Paragraf yang Harus Diketahui Penulis

Dua Bentuk Paragraf yang Harus Diketahui Penulis

Halo teman-teman, pada kesempatan kali ini mimin akan membagikan macam-macam bentuk paragraf yang perlu diketahui penulis pemula. Saat saya masih SD, guru saya sering meminta siswanya membaca sebuah paragraf, khususnya guru bahasa Indonesia. Kamu juga mengalaminya bukan?. Saat itu yang saya tahu, paragraf adalah kumpulan kalimat saja. Lalu, bentuk paragraf yang saya tau adalah menjorok di awal kalimatnya.

Macam-macam Bentuk Paragraf yang Harus Diketahui Penulis

Namun, ternyata bentuk paragrag bukan hanya menjorok saja loh. Ada dua jenis bentuk paragraf yang tidak banyak orang tau. Apa sajakah dua bentuk paragraf itu? Simak baik-baik penjelasan di bawah ya!

1. Paragraf Bentuk Amerika.

Paragraf ini tidak terlalu sering digunakan di sekolah-sekolah. Karena itu kita jarang mengerti tentang bentuk paragraf ini. Jenis paragraf ini sering digunakan di artikel website, artikel populer atau beberapa jurnal ilmiah. Adapun contohnya sebagai berikut:

Namaku andi anak jombang, aku sangat bercita-cita menjadi seorang astronot yang handal. tapi, kedua orang tuaku tak mengijinkan. katanya, mereka takut kalau aku jatuh cinta dengan alien.

 

Oleh karena itu cita-citaku ku ganti menjadi tukang kebun. tapi, kedua orang tuanku juga melarang. katanya memalukan, padahal aku kan rajin motong-motong. ya udah, aku mau jadi dokter sunat aja.

Bentuk paragraf ini identik dengan adanya jarak satu enter diantara paragraf satu dengan lainnya. Selain itu, kita juga tidak akan menemukan kalimat yang menjorok di awal paragraf. Jadi, kalau teman-teman menemui paragraf dengan bentuk ini, kamu sudah bisa mendeskripsikan bahwa paragraf tersebut adalah berbentuk Amerika.

2. Paragraf Bentuk Belanda.

Paragraf dengan bentuk Belanda adalah bentuk paragraf yang sering kita gunakan. Bahkan ketika di sekolah dasar, hal pertama yang diajarkan guru bahasa kepada kita adalah bentuk paragraf ini. Paragraf bentuk belanda identik dengan kalimat yang menjorok di awal paragraf. Selain itu, jarak antar paragraf tidak dipisahkan oleh enter. Adapaun contoh bentuk paragraf Belanda adalah sebagi berikut:

            Namaku andi anak jombang, aku sangat bercita-cita menjadi seorans astronot yang handal. tapi, kedua orang tuaku tak mengijinkan. katanya, mereka takut kalau aku jatuh cinta dengan alien.

            Oleh karena itu cita-citaku ku ganti menjadi tukang kebun. tapi, kedua orang tuanku juga melarang. katanya memalukan, padahal aku kan rajin motong-motong. ya udah, aku mau jadi dokter sunat aja.

Hal yang membedakan dari kedua bentuk paragraf di atas adalah pada tata letak penaruhan paragrafnya. Jika paragraf bentuk Amerika tanpa kalimat menjorok di awal paragraf, maka bentuk Belanda menjorok di awal paragrafnya. Begitu juga dengan pemisahan enter. Bentuk Amerika memisahkan antar paragraf dengan satu enter kosong. Sedangkan bentuk Belanda, tidak dipisahkan oleh sau enter kosong.

Informasi tambahan untuk teman-teman, kedua bentuk paragraf ini tak bisa ditulis bebarengan dalam satu karangan. Artinya dalam satu karangan kamu tidak bisa mengkombinasikan bentuk paragraf Amerika dan Belanda.

Semoga postingan singkat ini bisa bermanfaat untuk kamu dan membuka wawasanmu tentang macam-macam bentuk paragraf. Apalagi buat kamu yang bercita-cita menjadi penulis, wajib tau, hehe.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *