5 Perbedaan Jalur SNMPTN dan SBMPTN yang Wajib Kamu Ketahui

5 Perbedaan Jalur SNMPTN dan SBMPTN yang Wajib Kamu Ketahui

5 Perbedaan jalur SNMPTN dan SBMPTN. Buat kamu yang sudah menginjakkan kaki di kelas 12 pasti ada yang pengen lulus dan masuk PTN?. Tidak lama lagi kamu bakalan lulus dan pastinya ingin lulus dengan nilai yang memuaskan. Namun masih bingung bagaimana cara masuk ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

Bagi siswa kelas 12 pastinya sering mendengar istilah SNMPTN dan SBMPTN, namun belum begitu memahami maksud dan perbedaan dari dua jalur PTN tersebut. Di sini saya akan menjelaskan 5 perbedaan dari dua jalur masuk Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia.

5 Perbedaan Jalur SNMPTN dan SBMPTN yang Wajib Kamu Ketahui

1. Pengertian SNMPTN dan SBMPTN

SNMPTN merupakan kepanjangan dari Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri atau sering juga disebut jalur undangan. Sedangkan SBMPTN merupakan kepanjangan dari Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri. Dalam perbedaan nama, dua jalur ini memang hanya memiliki perbedaan pada 1 kata saja.

Namun, perlu kamu ketahui bahwa dua jalur ini memiliki proses masuk yang sangat berbeda. Jika dalam SNMPTN syarat seleksi masuk PTN nya menggunakan nilai rapot pada 5 semester terakhir, prestasi akademik, non akademik, dan terakhir Indeks Sekolah. Sedangkan syarat jalur SBMPTN yang dipergunakan ialah kamu perlu mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK). Skor UTBK menjadi syarat wajib untuk mendaftar ke SBMPTN.

2. Proses Seleksi SNMPTN dan SBMPTN

Baik melalui jalur SNMPTN maupun SBMPTN setiap jalur pasti memiliki proses yang berbeda-beda. Pada jalur SNMPTN kemampuan akademis kamu dapat menjadi penilaian dengan melihat nilai rapot pada 5 semester terakhir . Selain itu untuk masuk PTN melalui SNMPTN maka setiap PTN akan mempertimbangkan pula nilai ujian nasional, prestasi akademis, prestasi non-akademis, jejak alumni, hingga tingkat akreditasi sekolahmu. Jika kamu sudah mengikuti ujian seleksi SNMPTN maka kamu tidak perlu mengikuti ujian tertulis.

Sedangkan pada jalur SBMPTN berbeda dengan proses seleksi SNMPTN, dimana pada jalur ini kamu mengikuti ujian tertulis. Ada 2 ujian tertulis yang harus kamu ikuti, yaitu Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan Tes Potensi Skolastik (TPS). Kedua ujian tertulis ini akan dilakukan selama 1 hari. Bagi kamu yang ingin mengambil jurusan seni ataupun pendidikan jasmani baik melalui jalur SNMPTN maupun SBMPTN maka harus menyertakan portopolio sesuai dengan jurusan yang diambil.

3. Kuota Jalur SNMPTN maupun SBMPTN

Peluang kuota penerimaan dari setiap jalur juga berbeda-beda. Untuk jalur SNMPTN kuota penerimaan mahasiswa baru di setiap PTN nya harus menyediakan minimal 20% dari kuota penerimaan mahasiswa baru.
Bagi sekolah yang ingin mengikutsertakan siswanya masuk seleksi SNMPTN ada beberapa syarat sesuai akreditas sekolah.

  • Pada sekolah akreditasi A, siswa yang bisa mengikuti SNMPTN adalah 40% terbaik di sekolahnya.
  • Sekolah akreditasi B, siswa yang bisa mengikuti SNMPTN adalah 25% terbaik di sekolahnya.
  • Sedangkan sekolah akreditasi C, siswa yang bisa mengikuti SNMPTN adalah 5% terbaik di sekolahnya.

Jika melalui jalur SBMPTN maka penyediaan kuota penerimaan minimal 40% dari kuota mahasiswa baru tiap PTN. Seleksi dapat berjalan setelah mempertimbangkan hasil UTBK dan pemenuhan kriteria lain yang menjadi ketetapan PTN sendiri.

4. Biaya

Terkadang biaya merupakan faktor utama dalam memilih Perguruan Tinggi yang siswa inginkan. Jalur SNMPTN akan memudahkan kamu dalam mendaftarkan diri karena biaya menjadi tanggungan pemerintah (gratis). Berbeda dengan jalur SNMPTN, pendaftaran pada jalur SBMPTN sendiri untuk masalah biaya menjadi tanggungan setiap peserta. Pada jalur SBMPTN, akan terdapat 3 tes, yaitu:

  • SAINTEK (bagi yang memilih jurusan IPA)
  • SOSHUM (bagi yang memilih jurusan IPS)
  • IPC (bagi yang memilih jurusan IPA dan IPS)

Pada jalur SBMPTN kamu perlu mengeluarkan sedikit uang sebesar Rp200.000,00 untuk kelompok ujian Saintek dan Soshum, dan Rp300.000,00 untuk kelompok ujian IPC.

5. Peserta

Peserta pada jalur SNMPTN maupun SBMPTN juga sangat berbeda. Pada dasarnya, apabila kamu ingin mendaftarkan diri. Saya sarankan supaya kamu mempertimbangkan terlebih dahulu terhadap saingan maupun jumlah peserta itu sendiri. Peserta SNMPTN itu sendiri ialah siswa yang lulus di tahun ajaran tersebut. Memungkinkan kamu akan lebih mudah dalam mendaftarkan diri.

Sedangkan, apabila kamu berkeinginan untuk mendaftarkan diri pada jalur SBMPTN. Saya sarankan supaya kamu memikirkan hal ini terlebih dahulu, karena selain lulusan pada tahun tersebut. Faktanya, jumlah akan bertambah karena siswa yang sebelumnya tidak lolos dalam pendaftaran bisa mendaftarkan kembali setelah 3 tahun berlalu.

Demikianlah artikel yang saya buat mengenai 5 perbedaan jalur SNMPTN dan SBMPTN. Semoga dapat membantu kamu yang ingin masuk ke Perguruan Tinggi Negeri.

Sekian dan terimakasih.

 

 

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *